Ngabuburit Seru di Kampung Bandar.

Menunggu waktu berbuka puasa di kota Pekanbaru, bagi sebagian orang dengan keterbatasan tempat nongkrong yang menarik, menghabiskan waktu memutari kota adalah pilihan paling jamak dilakukan. Jika saat ini, anda sedang menunggu buka puasa sembari mengitari kota Pekanbaru. Bersegeralah memacu kendaraan anda ke jembatan Siak III, di bawah jembatan dengan struktur melengkung yang dicat kuning, terdapat tempat ngabuburit yang menarik. Sepanjang satu kilometer, dimulai dari bawah jembatan hingga pelabuhan Pelindo yang berjarak 100 meter dari kawasan wisata Pasar Bawah. Kita bisa melihat kawasan heritage dari Kota Pekanbaru. Kawasan ini bernama Kampung Wisata Kampung Bandar.

Di Kampung Bandar, terdapat bangunan-bangunan yang menjadi saksi bisu sejarah perkembangan kota Pekanbaru. Bangunan-bangunan ini membuktikan bahwa Pekanbaru merupakan salah satu kota tua di Indonesia.

Di Kampung Bandar, terdapat bangunan peninggalan kerajaan Siak dan bangunan Belanda. Mari ikut saya menelusuri bangunan-bangunan bersejarah yang ada di Kampung Bandar :

  • Tugu nol km dan Gudang Pelindo.

Tugu 0 merupakan patok nol km penanda pembuatan jalan penghubung antara Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh. Tugu ini menjadi penanda saat team survei Belanda mensurvei pembuatan jalan penghubung Payakumbuh- Pekanbaru pada tahun 1920. Jalan lintas ini merupakan urat nadi perdagangan antara pantai Barat dan Pantai Timur Sumatera. Barang-barang dari pantai Barat Sumatera dibawa menuju Pelabuhan lama yang berada di tepi sungai Siak ( pelabuhan Pelindo I di pasar Bawah). Kapal kapal dagang dari KPM/Koninklijke Paketvaart Maatschappij seminggu sekali berlayar dari Pekanbaru menuju Singapura. Di Singapura, barang-barang dagangan dari Sumatera dikirim ke berbagai negara. Gudang ini merupakan saksi bisu kejayaan perdagangan antara Sumatera Timur/ Pekanbaru ke Singapura.

Pelabuhan lama Pekanbaru dibangun oleh Belanda pada tahun 1920-an. Saat itu, pelabuhan ini disinggahi kapal-kapal dari KPM (Koninklijke Paketvaart Maatschappij/ Perusahaan Pelayaran Belanda). Kapal-kapal ini membawa barang-barang dari Tapung/Kampar, Payakumbuh, dan berbagai wilayah Sumatera Tengah lainnya untuk dibawa ke Singapura. Di dalam salah satu foto hitam putih di Leiden, memperlihatkan salah satu kapal dari KPM tujuan Afrika Selatan via Singapura singgah sebentar di Pelabuhan Pelindo ini. Gudang-gudang ini pada zaman dahulu penuh dengan barang-barang yang akan dikirim menuju Singapura.

01_2
Tugu Nol Kilometer kota Pekanbaru yang berada di Pelabuhan Pelindo

 

01_19
Pelabuhan lama kota Pekanbaru, tempat kapal-kapal Belanda zaman dahulu merapat.

 

01
kapal-kapal kayu yang melewati pelabuhan Pelindo sore hari.
  • Rumah Bea Cukai/ Rumah Syahbandar

Rumah Haven Meester merupakan rumah peninggalan Belanda dengan arsitektur tahun 1920-an. Rumah ini digunakan sebagai kantor Syahbandar yang ditunjuk oleh Belanda. Alasan Belanda menempatkan pegawai syahbandar mereka di Pekanbaru untuk mendata kapal-kapal dagang masuk dan keluar kota Pekanbaru. Perdagangan Pekanbaru saat itu pesat.

Fungsi Syahbandar sebagai pengawas keselamatan kapal dan sebagai kepala bea cukai. Pada tahun 1925 berdasarkan Haven Reglement 1925. Haven Meester menjadi kepala pemerintahan di Pelabuhan, tidak lagi sebagai syahbandar. Pada zaman keemasan pelabuhan lama Pekanbaru. Catatan syahbandar menjadi saksi bisu pergerakan kapal-kapal yang membawa hasil bumi dan masyarakat Riau menuju Singapura.

Selain rumah Bea Cukai, disekitar kawasan ini terdapat kedai Kim Teng lama,  gudang garam, dan rumah-rumah lama yang sudah ada sejak akhir abad ke 18.

01_1
Rumah Syahbandar yang sudah ada sejak tahun 1920-an.

 

01_16
Gudang garam yang berada di kawasan Kampung Bandar, Pekanbaru.
01_15
rumah tua yang berada di kawasan Kampung Bandar.
01_14
Rumah tua yang dibangun sejak akhir abad ke 18.
01_17
Kedai Kimteng Lama, ruko-ruko yang berada

 

  • Rumah Singgah Sultan Siak.

Rumah panggung ini merupakan rumah singgah dari Sultan Siak pada saat dia berkunjung ke kota Pekanbaru. Didirikan sekitar tahun 1895 oleh H. Nurdin Putih, mertua dari Tuan Qadhi H Zakaria, Saat Sultan Syarif Kasim II singgah ke Pekanbaru, beliau akan singgah terlebih dahulu ke rumah ini. Kemudian, sultan akan berjalan menuju Masjid Nur Alam/ Mesjid Raya Pekanbaru untuk beribadah

Sultan terlebih dahulu akan melewati Hasyim Straat, jalan kecil yang berada di samping kiri mesjid. Setelah beribadah di mesjid, Sultan akan tidur di istana Hinggap dan kemudian kembali ke Siak.

01_4
Rumah Singgah Sultan Siak yang berada di tepian sungai Siak, kota Pekanbaru.
01_8
bagian dalam rumah singgah Sultan yang berada di tepi Sungai Siak, dibawah jembatan Siak III.
  • Rumah Tenun Kampung Bandar.

Rumah Tenun Kampung Bandar berada pada sebuah gang yang berjarak 200 meter dari rumah Singgah Sultan Siak. Di rumah tenun ini terdapat tiga mesin tenun bukan mesin. Setiap hari, suara gemertak dari mesin tenun akan terdengar dari rumah tenun ini. Ada dua orang penenun di rumah tenun ini, mereka membuat kain-kain songket, syal, dan tanjak.

01_9
Rumah tenun Kampung Bandar, Pekanbaru.
01_3
menggulung benang untuk tenun

 

01_13
menenun tenun siak

 

 

01_12
kain tenun Siak dari rumah tenun Kampung Bandar.
  • Istana Hinggap/ Rumah tuan Qadhi.

Rumah ini berdiri pada tahun 1900-an awal, salah satu bangunan bergaya Indische yang ada di kota Pekanbaru. Arsitektur indische adalah gaya bangunan yang dibuat Belanda dari tahun 1800-an sampai 1900 an awal. Pemilik istana ini adalah H Zakaria bin Abdul Muthalib, yang bergelar Tuan Qadhi.

Beliau dipercaya oleh Sultan Syarif Kasim II, sultan Siak terakhir sebagai penasihat raja di bidang agama. Setiap sultan Siak datang ke Pekanbaru, beliau menginap di rumah ini, sehingga ada kamar khusus untuk Sultan. Isi dalam bangunan ini masih asli. Seperti kursi hadiah Laksaman Raja Di Laut kepada Sultan Siak, foto-foto tuan Qadhi dan Sultan masih bisa kita lihat di rumah ini. Pada saat agresi militer Belanda ke II, tahun 1949. Belanda menjadikan rumah ini sebagai penjara dan rumah sakit.

Saat rapat pembentukan prov Riau, rumah ini menjadi tempat berlangsung nya rapat pembentukan.

01_5
Istana Hinggap/rumah Tuan Qadhi
01_6
bagian dalam Istana Hinggap/Rumah Tuan Qadhi

 

Tidak jauh dari Istana Hinggap/Rumah Tuan Kadi, terdapat makam Pendiri Pekanbaru yang bernama Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah atau yang dikenal Marhum Pekan. Beliau merupakan anak dari Sultan Alam/Abdul Jalil Alamuddin Syah, Sultan Siak IV. Makam tempat pendiri Pekanbaru dikenal dengan nama Pekuburan Bukit. Komplek pekuburan ini merupakan salah satu cagar budaya yang ada di Pekanbaru.

Jika pada saat ngabuburit, Pekanbaru sedang cerah, luangkanlah waktu untuk melihat matahari terbenam. Dengan latar depan jembatan Leighton dan Sungai Siak. Pemandangan matahari terbenam di Kota Pekanbaru menjadikan tepian sungai Siak menjadi tempat ngabuburit yang seru di Pekanbaru.

01_23
matahari tenggelam di Sungai Siak.
01_20
Jembatan Siak III dengan latar belakang matahari terbenam.
Advertisements

10 thoughts on “Ngabuburit Seru di Kampung Bandar.

  1. untuk saya, ini sangat cocok untuk dijadikan lokasi fav. ngabuburit, karena saya suka sekali dengan sesuatu yang jadul, berbau sejarah, tidak terlalu ramai seperti ini, dan memang lokasinya sangat menarik untuk berfoto-foto. rumah panggung itu mengingatkan saya saat melihat dokumenter yang berlokasi di malaysia

  2. Ahhh jembatan siak III udh keren.. terus deket situ juga ada galeri tenun siak??

    Ahhh harus main2 lagi ke pekanbaru nihhh..

    1. ada galeri tenun siak, ada rumah tua tahun 1800 an, kedai kopi yang menjadi salah satu destinasi yang wajib dikunjungi saat di pekan, dan masih banyak lagi mbak.. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s