Biru Toska Laut Penongkat

“ Brrrrt.. brrrrt” suara kipas mesin boat 80 pk/paardekracht terkena pasir akibat alur kapal yang kami lewati terlalu dangkal. Joki speed boat yang ada di bagian belakang dengan sigap menggangkat sedikit mesin agar speed boat yang saya tumpangi bisa lewat. “ Nama daerah ini, Batu Begaram. Jika sudah surut, boat kita tidak sulit lewat sini. Lihat, terumbu-terumbu karang terlihat dengan jelas dari atas kapal” ujar joki.

Lima belas menit dari Batu Begaram, dengan kondisi mesin masih terangkat. Warna air laut semakin berwarna biru muda, pasir-pasir putih di dasar laut terlihat dengan jelas. Warna biru muda dan putih berbaur dengan warna hijau dari terumbu karang. Batu-batu granit berukuran besar yang seolah olah disusun dengan tangan mencuat dari permukaan laut. “Ini tujuan kita. Pulau Penongkat”.

Pulau Penongkat adalah salah satu mutiara tersembunyi dari 250 gugus pulau di Kabupaten Kepulauan Anambas. Provinsi Kepulauan Riau. Pulau Penongkat berjarak satu jam dari kota Terempak, ibukota kabupaten Kepulauan Anambas. Menuju pulau ini, bisa dengan menyewa kapal pompong atau dengan menggunakan speed boat bermesin 80 Pk/paardekracht arah Utara. Kita akan melewati pantai Tanjung Momong sebelum tiba di pulau ini. Pulau Penongkat merupakan tempat yang pas untuk berlibur. Terdapat dua bangunan yang berada di tepi pantai. Bangunan ini merupakan resort yang dipersiapkan oleh pemilik pulau. Pulau Penongkat memiliki sumber air tawar, sehingga, untuk membersihkan badan setelah berenang di laut bisa dilakukan. Cukup membayar uang kebersihan suka rela kepada penjaga pulau, kita sudah bisa menyandarkan kapal dan bermain di pulau Penongkat.

 

Speed boat yang saya tumpangi bersandar pada batu granit yang berada di kiri pantai. Saya turun dari boat, kondisi laut saat itu sedang pasang, namun, kedalaman pantai tempat kapal bersandar sedalam setengah meter. Tidak perlu panik saat turun, Pantai Penongkat aman didatangi untuk orang-orang yang takut dengan air. Saat menginjak pasir pantai, tekstur halus seperti gula tabur diatas donat terasa ditelapak kaki. Warna air laut pulau Penongkat yang bening kebiruan dan berkilat seperti kristal, mengingatkan saya akan pantai-pantai di Timur Indonesia, seperti pantai Ora di Maluku.

Tekong/nahkoda kapal, mengajak saya untuk kembali ke Batu Begaram. Dia menawarkan untuk melihat terumbu karang di kawasan ini. Ajakannya ini tidak bisa untuk tidak saya tolak. Batu Bergaram, adalah kawasan terumbu karang yang dekat dari pulau Penongkat. Sayangnya, saat saya snorkeling di kawasan Batu Begaram, saya melihat kondisi batu-batu karang yang sebagian besar sudah rusak. Menurut tekong/nahkoda kapal. Rusaknya terumbu karang di kawasan Batu Begaram karena pada tahun 1980-1990 an, nelayan -nelayan asing dan juga lokal menggunakan bom dan racun untuk menangkap ikan. Saya membayangkan pada tahun 1980-an, terumbu karang di Batu Begaram berwarna-warni dengan ikan-ikan karang yang bermain disela sela karang.

Di pulau Penongkat, waktu terasa berjalan lama. Saya menghabiskan waktu dengan berenang, bermain pasir, dan snorkeling. Mata saya dimanjakan dengan batu granit dan awan-awan yang bergerombol seperti barisan domba. Jika anda sedang berkunjung ke Anambas, pulau Penongkat adalah salah satu mutiara tersembunyi di Kabupaten Kepulauan Anambas yang layak untuk anda datangi.

Advertisements

2 thoughts on “Biru Toska Laut Penongkat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s