Zapin Api, permainan masyarakat pulau Rupat

“ braaak” bara dari sabut kelapa yang dibakar sebelumnya berhamburan, pemuda yang tadi memukul tumpukan sabut kelapa berjalan santai kearah bara api, dengan mata tertutup, dia mengambil bara dan dengan santai menggosok badannya dengan bara. Dari arah belakang, terdengar suara petikan gitar gambus, dan suara pukulan marwas . Ketiga alat music ini menjadi pengiring kegiatan ini.

Malam itu, saat bulan masih tertutup awan, ditepi pantai pesona, kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis berlangsung tradisi yang sudah empat puluh tahun tidak dimainkan. Masyarakat Rupat Utara menyebut tradisi ini dengan nama Zapin api. Zapin api merupakan permainan tradisional dari masyarakat pesisir Riau. Menurut cerita dari Pak Abdullah ( 70 ) yang merupakan pemimpin grup zapin api ini, permainan zapin api, pada zaman dahulu merupakan permaian yang biasa dimainkan pada saat sunatan dan pernikahan. Namun, seiring pertunjukan musik ramai, tradisi ini dilupakan.

Para pemain zapin api, adalah laki-laki. Ahmad, Udin.Samin,Iwan,dan Agus. Setiap malam, mereka berlatih di rumah pak Abdullah bersama dengan para pemain marwas dan gambus. Pak Abdullah merupakan pemain gambus dari grup zapin ini. Permainan zapin api, berbeda dengan zapin yang biasa kita tahu. Pada zapin api, mereka menggunakan perantara makhluh gaib.

Sebelum memulai pertunjukan, kemenyan terlebih dahulu dibakar, lima orang pemain zapin mengelilingi kemenyan sembari menutup telinga. Saat inilah, Abdullah mulai memetik gambus, mulutnya sibuk bergumam mengucapkan syair. Lima belas menit setelah Abdullah memetik gambus. Samin, menghempas-hempaskan badannya dengan mata tertutup. Kemudian, dia berjalan sembari menepukkan kedua tangannya mengikuti irama marwis yang dipukul. Baru dua orang yang bangun sembari menepuk nepuk tangannya, sedangkan tiga orang pemain zapin, mereka masih terbaring diatas rumput.

Dalam keadaan tidak sadar, Samin langsung berlari kearah tumpukan sabuk kelapa yang dibakar, dia memukul sabuk dan mengambil sabuk dengan tangannya. Hanya dua orang yang melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan Samin, dua orang lagi masih terbaring. Para penonton yang berada di sekitaran pagar tali, riuh rendah melihat hal yang dilakukan oleh para pemain zapin ini. Hal yang paling menarik adalah, saat Samin menarik salah satu Marwis yang dimainkan, dia memukul marwis dengan sangat keras, seolah olah mengatakan dia ingin ketukan marwis nya seperti itu. “ Pang,pang,pang”.

Dipikiran saya, zapin api malam itu akan berlangsung lama. Namun, hal ini tidak sesuai dengan yang saya pikirkan. Satu persatu para pemain zapin api, terbaring diatas tanah. Abdullah, terus memainkan gambus, berusaha memancing agar para pemain zapin, bangun dan bermain di api. Usaha ini sia- sia, para pemain hanya sanggup menggeliat kan badan mereka yang basah oleh keringat.

Abdullah memutuskan untuk menyadarkan pemain zapin api. Satu persatu pemain zapin sadar dan duduk di pinggir pentas yang berupa lapangan berukuran 40 kali 20 meter. Samin menuturkan kepada saya. “Saat mereka menutup telinga dan fokus mendengarkan suara gambus. Mereka melihat penampakan perempuan yang mengajak mereka untuk menari bersama. Mereka memainkan bunga yang ada di dekat perempuan itu”. Bunga yang mereka mainkan itu adalah bara dari sabut kelapa yang dibakar.

Zapin api, malam itu tidak berlangsung lama karena pemain marwis ketakutan saat melihat lima orang pemain zapin mulai tidak sadar. Saat itulah, Samin menarik marwis dan meminta mereka memainkan seperti yang dia lakukan.

Muka-muka letih para pemain zapi api menjadi penutup dari permainan tradisional ini.

Advertisements

4 thoughts on “Zapin Api, permainan masyarakat pulau Rupat

  1. sekilas adegannya mirip para pemain kuda lumping yang tengah kesurupan, cuma ini diiringi irama musik melayu sedangan kuda lumping dengan gamelan, tapi benang merahnya hampir sama, “tidak sadarkan diri”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s