Cerita Dari Komplek Masjid Syahabuddin Siak

“ Allaahuakbar, Allahuakbar” suara azan penanda waktu Zuhur sudah masuk berkumandang. Langkah kaki bergegas menuju bangunan yang berdiri kokoh di tepi Sungai Siak. Lantai marmer bewarna putih terlihat mencolok, sama seperti tembok bangunan yang dicat bewarna kuning. “ Brrrr” dingin nya air wudhu terasa di kulit muka. Panas terik kota Siak siang itu menjadi ternetralisir.

DSC_0311
Halaman depan masjid Syahabuddin, Siak.
DSC_0336
Bagian depan dari Masjid Syahabuddin. Siak.

Bangunan ini sudah berdiri dari tahun 1882, pada zaman pemerintahan Sultan Siak X, Sultan Syarif Kasim yang bergelar  Sultan Assyaidis Syarif Kasim Abdul jalil Syariffuddin. Beliau mendirikan masjid ini dimasa pemerintahannya 1864-1889.  Sebelum seperti sekarang, mesjid ini dibangun dengan aristektur sederhana yang terbuat dari kayu. Pada zaman pemerintahan Sultan Siak terakhir, Syarif Kasim II. Masjid yang dahulu berada di  jalan Sultan Syarif Kasim/ Sultan Syarif  Kasim straat dipindahkan ke Jalan Sultan Ismail / Sultan Ismail straat yang berada di tepi Sungai Siak.  Dari zaman mesjid masih berasitektur kayu sederhana sampai menjadi bangunan beton. Masjid ini bernama Syahabuddin. Saat pemindahan bangunan ini oleh Sultan Syarif Kasim II, masjid ini dibangun kembali. Proses pembangunan masjid ini berlangsung dari tahun 1926 sampai dengan tahun 1935. Syahabuddin  adalah penggabungan dua nama.  Menurut buku Mesjid Mesjid Bersejarah di Nusantara, karangan Abdul Baqir Zein, Syahabuddin berasal dari dua bahasa. Syah merupakan bahasa Parsi/Persia yang berarti penguasa dan Ad-din merupakan bahasa Arab yang memiliki arti agama

DSC_0317
Bagian belakang dari mesjid Syahabuddin, Siak.
DSC_0322
Pintu masuk mesjid Syaabuddin, Siak.

Dana pembangunan kembali masjid ini didapatkan dari dana kerajaan Siak dan partisipasi masyarakat Siak.  Ada yang unik dalam pembangunan masjid yang memiliki bentuk arsitektur pencampuran antara Eropa Barat dan Turki ini. Dalam pelaksanaan pembangunan masjid, pembuatan  pondasi dilakukan secara gotong-royong oleh kaum ibu.  Para ibu ibu kerajaan Siak, setiap malam menimbun tapak yang akan dijadikan sebagai pondasi mesjid. Meskipun dalam masa pemerintahan Sultan Syarif Kasim II berlaku adat pingitan, dimana perempuan tidak boleh keluar dari rumah sembarangan, namun sultan tidak melarang kaum perempuan untuk terlibat dalam pembangunan mesjid.

DSC_0324
Bagian atap dari masjid Syahabuddin. Siak.
DSC_0326
Bagian dalam dari masjid Syahabuddin, Siak.

Di dalam mesjid, udara dingin penyejuk ruangan menyapu kulit muka saya. Suasana yang berbanding terbalik dengan keadaan di luar masjid.  Pilar-pilar masjid yang diselimuti beton terlihat sangat kokoh. Sebelum melaksanakan solat Zuhur, sebuah mimbar menarik perhatian saya. Mimbar bercat coklat ini, didatangkan langsung oleh Sultan Syarif Kasim II dari kota Jepara. Mimbar yang terbuat dari kayu jati ini sudah ada sejak masjid mulai digunakan pada tahun 1935. Mimbar ini  menjadi saksi perjalanan kegiatan yang dilakukan oleh Sultan Siak terakhir di masjid sampai Sultan menyerahkan kedaulatan kerajaan ke Indonesia.

DSC_0329
Mimbar dari masjid Syahabuddin. Siak.

Pada masa pemerintatahan Sultan Syarif Kasim II, yang menjadi takmir dari masjid ini adalah Mufti Haji Abdul Wahid, beliau adalah seorang mufti di Kesultanan Siak dan juga tercatat sebagai deklarator pembentukan Provinsi Riau. Selanjutnya beliau digantikan oleh Fakih Abdul Muthalib.  Dari tahun 1935 hingga tahun 2015, masjid ini mengalami beberapa kali renovasi. Pada tahun 1963, dan pada tahun 2003. Renovasi masjid sebatas menambah teras di kiri dan kanan masjid dan perbaikan ringan masjid.

DSC_0374
Kuburan Sultan Syarif Kasim II yang berada di samping mesjid Syahabuddin.
DSC_0373
Pintu masuk dari kuburan Sultan Syarif Kasim II

Sebelum meninggalkan komplek masjid Syahbuddin, saya bergeser ke kanan   masjid. Disini, terdapat bangunan berbentuk miniature istana Siak. Di dalam bangunan ini terdapat kuburan dari Sultan Siak terakhir yang bernama Sultan Syarif Kasim II. Syarif Kasim adalah sultan ke-12 Kesultanan Siak. Syarif Kasim II dipercayai sebagai sultan pada umur 21 tahun menggantikan ayahnya Sultan Syarif Hasyim. Sultan Syarif Kasim II merupakan seorang pendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia.

DSC_0351
Kuburan Sultan Syarif Kasim II dan kerabat yang berada di sebelah kanan mesjid Syahabuddin. Siak.
DSC_0356
Peziarah berkunjung ke kuburan Sultan Siak II yang berada di sebelah kanan mesjid Syahabuddin. Siak

Tidak lama setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, pada tanggal 17 Agustus 1945. Syarif Kasim II menyatakan Kesultanan Siak sebagai bagian wilayah Indonesia. Beliau menyumbang harta kekayaannya sejumlah tiga belas juta gulden, jika dikonversi saat sekarang, Sultan Syarif Kasim II menyerahkan harta pribadinya sebesar Rp 1.03 Trilyun untuk pemerintah Republik Indonesia saat itu. Bersama Sultan Serdang dia juga berusaha membujuk raja-raja di Sumatera Timur lainnya untuk turut memihak Republik Indonesia. Perjuangan Sutan Syarif Kasim II dapat dikatakan sama dengan perjuangan yang dilakukan oleh Sultan Yogyakarta dalam membantu Republik ini saat Indonesia baru merdeka. Sehingga, Presiden Sukarno mempercayakan Sultan Syarif Kasim II sebagai penasihat pribadi beliau saat itu.  Sultan Syarif Kasim II wafat di Rumah Sakit Chevron, Rumbai, pada tanggal 23 April 1968.  Di samping makam beliau, juga terdapat makam isteri dan keluarga kerajaan.

DSC_0362
Kuburan sultan Syarif Kasim II.

Panas terik sinar matahari mengantarkan saya meniggalkan kompleks mesjid Syahabuddin. Mesjid Syahabuddin dan makam Sultan Syarif Kasim II, salah satu saksi sejarah kerajaan Siak yang masih berdiri dengan kokoh.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s