Rayuan Cendol Pak Jenggot.

Sebagai kota yang dekat dengan garis khatulistiwa, Pekanbaru memiliki temperatur yang konstan di 30 derajat Celcius sampai dengan 32 derajat celcius. Pada pukul 12.00 sampai 14.00 WIB, suhu yang panas ini akan terasa  jika kita keluar dari ruang kerja dan menuju tempat makan. Menyeka keringat yang bercucuran adalah rutinitas rutin pada jam ini.

Di jam jam panas terik ini, mencari minuman segar yang dingin adalah pilihan terbaik. Es kelapa muda ataupun es cendol adalah beberapa minuman yang sering dicari.  Salah satu tempat yang menjual “obat panas” di Pekanbaru adalah bofet cendol Pak Jenggot.

DSC_0043
cendol pak jenggot di jalan M Thamrin, Pekanbaru.

Sejak taun 1993, pak Jenggot sudah menjual es cendol. Bofet pak Jenggot adalah bofet yang sederhana. Bofet ini adalah salah satu saksi perkembangan kota Pekanbaru. Sejak pertama kali berdiri hingga sekarang, pak Jenggot belum pindah tempat berjualan. Bofet ini buka dari pukul 10.00 WIB sampai habis. Dahulu, pak Jenggotlah yang sibuk menata tempat tempat besar  menyerupai laci penyimpan buku dan kaleng kerupuk. Tempat besar ini berisi cendol, emping yang terbuat dari ketan,gula merah, serta santan. Sekarang, anak Pak Jenggot yang menggantikan beliau.  Es cendol Pak Jenggot, sudah tak asing lagi bagi masyarakat Pekanbaru. Letak dari bofet pak Jenggot, berada di jalan Muhammad Yamin, atau di samping belakang bank Permata yang terletak di  Jalan Sudirman, Pekanbaru.

Es cendol buatan pak jenggot menggunakan campuran dua cendol, cendol hijau yang terbuat dari beras dan cendol merah yang terbuat dari sagu.

DSC_0040
Selain cendol yang terbuat dari beras, cendol pak jenggot juga menggunakan cendol yang terbuat dari sagu.

Santan yang digunakan dalam es cendol ini adalah santan yang segar yang berwarna keabuan dan kental. Gula merah yang digunakan dalam campuran es cendol ini adalah gula enau. Sehingga, saat lidah saya mengecap rasa dari larutan gula yang berwarna coklat gelap ini ada sedikit rasa pait diujung rasa manis dari gula. Pencampuran dari pahit dan manis ini, semakin bewarna saat lidah saya mengecap rasa manis dari durian yang sebelumnya sudah dicampur terlebih dahulu kedalam larutan gula. Manis, pahit, dan manis. Lidah saya dimanjakan oleh perpaduan rasa ini. Selain itu, harum dari durian, pelan pelan masuk kedalam rongga hidung. Harum.

DSC_0057
Segelas cendol Pak Jenggot

Cendol merah yang terbuat dari sagu yang ada dalam campuran cendol pak Jenggot menjadi jawaban pertanyaan yang ada dikepala. “Apa yang dari tadi melompat lompat ke kiri ke kanan  dalam mulut  ini?”.Semua campuran yang ada dalam segelas cendol pak Jenggot berpadu dan terus menarik saya untuk menyuap cendol ini sampai suapan terakhir.

DSC_0094
Segelas cendol pak Jenggot.

Cukup dengan Rp 10.000,- saya sudah bisa menikmati segelas cendol pak Jenggot. Harga yang terjangkau untuk mengobati gerah karena panasnya kota ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s