Tawur Kesanga Pura Agung Jaganatha

Sesajen berupa ayam, dan makanan yang dibungkus dengan daun kelapa muda,  sudah diletakan di pelataran depan pura.  Ogoh ogoh atau perwujudan buta kala yang tadinya berada di halaman dalam pura Agung, sudah dipindahkan kedepan pintu masuk. Pendita agung, sudah duduk sembari berdoa di depan pintu masuk pura. Doa doa kepada Dewa yang disampaikan oleh umat juga terdengar .

1
Pura Agung Jaganatha Pekanbaru.

            Sore hari, tanggal 20/3/2015, di Pura Agung Jaganatha yang terletak di jalan Rawa Sari, Pekanbaru sedang berlangung ritual Tawur Kesanga. Tawur kesanga merupakan upacara pecaruan yang diadakan setahun sekali tepat pada tilem kesanga yaitu setiap akhir pergatian tahun saka sebagai akhir dari perputaran waktu tahun kalender umat Hindu Dharma. Tawur Kesanga merupakan  bagian dari upacara Bhuta Yadnya, upacara ini merupakan upacara yadnya yang dilaksanakan untuk menjaga keharmonisan Bhuta Hita yang dibangun dari Panca Maha Bhuta, yang merupakan unsur-unsur dasar dari bhuwana agung (alam semesta) maupun bhuwana alit itu sendiri., ritual ini akan diadakan sehari sebelum hari raya nyepi .

3
Sesajen sembahyang tawur kasanga.

Sejak pagi, sesajen sudah disiapkan di halaman dalam dari pura. Di sore hari, sesajen ini dibawa untuk didoakan. Prosesi ritual berlangsung  di halaman depan pura, yang berlangsung sektar satu jam. Alat alat musik yang berada pada bangunan besar di sebelah kiri pintu masuk dari pura yang di resmikan oleh Gubernur Riau Saleh Djasit pada tahun 2001 juga dikeluarkan. Alat alat musik seperti gendang, gong, simbal dipegang satu persatu oleh anak anak muda. Mereka memainkan musik dengan nada yang mirip dengan irama pengiring tarian kecak.

Ogoh ogoh dipersiapkan

            Setelah pendeta aguns selesai membacakan doa doa. Tirta/ air yang berada di dalam mangkuk perak, mulai dipercikkan kepada semua umat yang berada di halaman masuk pura. Tepat pukul 18.00, WIB umat hindu yang berada di halaman pura, mulai berbaris. Perempuan berada didepan. Rombongan ini  membawa obor yang terbuat dari bambu. Sedangkan anak laki laki dan pria, berada dibelakang. Rombongan ini membawa ogoh ogoh yang berjumlah dua.

5
Pendeta agung berdoa dalam persiapan tawur kasanga

            Rombongan ini berjalan ke Jalan Sudirman. Melewati perempatan lampu merah menuju Bandara Sultan Syarif Qasim II. DI perempatan lampu merah ini, mereka memutar ogoh ogoh sebanyak tiga kali. “ Putaaaar” teriak pemimpin rombongan ogoh ogoh. Gamelan pada  mobil bak terbuka yang berada di belakang ogoh ogoh terus memainkan musik. Jalan Sudirman Pekanbaru malam itu bernuansa Bali. Dua ogoh ogoh yang dipanggul, bergoyang kesana kemari mengikuti alunan musik yang dimainkan.

6
Berdoa sebelum ogoh ogoh di arak keliling dari Pura Agung

Dari jalan Sudirman, rombongan berjalan menuju jalan Arfiin Ahmad. Masyarakat Pekanbaru dengan antusias menonton  rombongan ini di kiri kanan jalan. Pada  persimpangan jalan Arifin Ahmad dan juga di persimpangan jalan Rawa Sari, rombongan ini kembali memutar ogoh ogoh. Saat rombongan tiba di pura Agung Jagatnatha. Di halaman belakang pura, mereka  membakar ogoh ogoh yang tadi dibawa. Makna dari pembakaran ogoh ogoh untuk menghilangkan segala energi buruk dan jahat. Semoga ditahun Caka 1937 ini, kita bisa mendapatkan keselamatan dan kebaikan. Selamat merayakan hari raya Nyepi bagi Umat Hindu

8
Ogoh ogoh dibawa anak anak muda.
9
Ogoh ogoh melewati Jalan Sudirman, Pekanbaru,
10
Ogoh ogoh sebelum dibakar.
11
Ogoh ogoh akan dibakar pada halaman belakang Pura.

12
Ogoh ogoh simbol dari segala nasib buruk dibakar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s