Gurihnya Bubur Ayam King

Pekanbaru, adalah sebuah kota yang terletak di bagian timur dari Pulau Sumatera. Ibu kota dari provinsi Riau ini adalah kota yang sibuk. Dari pagi hingga malam, kota ini terus berdenyut dengan berbagai aktifitas masyarakat. Banyak wisatawan menganggap Pekanbaru hanya memiliki pasar bawah sebagai daerah tujuan wisata. Namun, pendapat mereka ini salah. Pekanbaru memiliki wisata yang menarik bahkan dikatakan unik. Wisata tersebut adalah wisata makan atau yang dikenal dengan sebutan culinary adventure. Secara spesifik, wisata makanan tersebut adalah wisata kedai kopi.

Kedai kopi King. Setiap hari dari pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 10.00 WIB kedai kopi ini akan ramai dikunjungi para penikmat kuliner di Pekanbaru.

Banyak terdapat kedai kopi di kota ini. Sebagai gambaran, jika kita menyusuri kawasan di pinggi sungai Siak. Yang di mulai dari Pasar Bawah hingga kawasan pelabuhan Sungai Duku. Dengan mudahnya kita akan menemukan kedai-kedai yang menjual kopi. Kedai kopi yang ada di kota ini, juga berperan sebagai saksi sejarah dalam perkembangan kota. Menurut sejarahnya. Pekanbaru dahulu nya bernama Senapelan. Karena memiliki posisi yang strategis, daerah ini menjadi kawasan perdagangan. Pada awal abad ke 17 daerah Senapelan berkembang menjadi kawasan pasar yang ramai di datangi oleh pedagang-pedagang dari dataran tinggi Minangkabau.Seiiring perkembangan zaman, Pekanbaru menjadi sebuah kawasan perdagangan yang besar. Berbagai macam suku bangsa datang ke sini. Para pendatang ini membawa kebudayaan mereka masing-masing. Salah satu suku bangsa yang membawa kebudayaan asli adalah suku bangsa China. Budaya yang mereka bawa adalah budaya minum kopi. Budaya minum kopi ini masuk karena sebagian besar perantau China di Pekanbaru membuka usaha kedai kopi. Pada zaman dahulu, warung kopi akan ramai oleh para petani karet. Setelah mereka selesai menimbang karet dan menjualnya. Mereka akan melepas lelah dengan minum kopi di kedai. Pelan-pelan, minum kopi dan kedai kopi menjadi kebiasaan bagi masyarakat Pekanbaru.

Para pelanggan yang setiap hari datang dan menikmati hangatnya bubur ayam yang ada di kedai kopi King.

Di Pekanbaru, jika ingin mencari makanan Thionghoa datanglah ke kedai kopi. Kedai-kedai kopi yang di kota ini letaknya terpisah, ada yang di tengah kota, dan ada yang di kota lama yang berada di dekat pelabuhan tidak jauh dari kawasan wisata Pasar Bawah.

Salah satu di tempat dimana banyak terdapat kedai kopi yang menjual makanan enak dan juga sebagai tempat wisata petualangan perut adalah jalan Juanda. Jalan yang terletak di timur kawasan Pasar Wisata Pasar Bawah memiliki beberapa ruko yang secara khusus menjual masakan-masakan Tionghoa sebagai ciri khas kedai kopi mereka. Namun jangan takut bagi yang beragama Islam untuk makan dikawasan ini, kedai kopi yang ada di Pekanbaru sudah Halal.

Cakue yang digunakan pada campuran bubur ayam pada kedai kopi King.

Tersebutlah sebuah kedai kopi yang berada di Jalan Juanda no 50. Setiap pagi dari jam 08.00 WIB sampai dengan jam 10.00 WIB, kedai kopi ini ramai dikunjungi para pelanggan. Sakingnya ramainya, para pelanggan di kedai kopi ini harus berdiri untuk menunggu kursi kosong. Kedai ini bernama kedai Kopi King, King menjual bubur ayam sebagai menu andalannya. Bubur ayam di kedai kopi King dijual oleh seorang pria yang berasal dari Tanjung Pinang Kepulauan Riau. Dia dipanggil pak Haji. Sejak awal tahun 1990, dia sudah menjual bubur ayam di kedai kopi King. Sayangnya beliau tidak ingat tanggal pasti dari saat dia berjualan.

Bubur ayam King, bubur ayam ini adalah salah satu kuliner andalan yang ada di Pekanbaru. Bubur ayam ini lebih nikmat jika dimakan dengan menggunakan Cakue.

Bubur ayam yang di hidangkan di kedai kopi King berbeda dengan yang biasa saya makan. Bubur King dibuat tidak terlalu encer dan tidak terlalu kental. Racikan dari bubur ini pas. Rasa kaldu ayam langsung menyapa lidah saya saat sesendok bubur ini masuk ke mulut. Bertemankan cak kue yang di potong besar dan sambal merah encer dicampur cabe rawit. Bubur ini adalah teman sarapan pagi yang pas. Eits, ada bagian yang paling menarik dari bubur ini. Saat saya mengaduk bubur agar merata, sebutir kuning telur setengah matang langsung timbul dari dasar bubur. Ternyata telur ayam ini adalah bumbu tambahan agar rasa bubur semakin nikmat. Agar rasa dari bubur lebih menggigit, saya bisa meminta sawi asin sebagai taburan di atas bubur. Telur setengah matang, bubur, dan sawi asin adalah perpaduan maut dari kedai kopi ini. Minuman yang pas sebagai teman menikmati bubur nikmat ini adalah segelas kopi susu yang pahit. Aroma harum kopi yang dihidangkan menambah semangat saya untuk menghabiskan bubur ini. Nikmat.

Bubur ayam King, bubur ayam ini adalah salah satu kuliner andalan yang ada di Pekanbaru.

Cukup dengan Rp 20.000, saya sudah bisa menikmati semangkuk bubur yang ada di kedai Kopi King. Harga yang pas untuk menikmati salah satu kuliner andalan dari jalan Juanda Pekanbaru.

Kopi O yang selalu dicari pelanggan saat mereka menghabiskan waktu di kedai kopi.
Advertisements

4 thoughts on “Gurihnya Bubur Ayam King

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s