Sensasi Daging Rusa di Warung Era 51

Patung rusa dengan posisi duduk yang berwarna coklat muda di meja batu berlapiskan porcelen putih terus menatap saya. Daftar menu berwarna biru tua kusam diatas meja kasir mencuri perhatian. Sate, bistik, sup, dan nasi goreng adalah beberapa menu yang dapat dinikmati pada warung ini. “ Pesan apa bang?” ujar pelayan warung yang lima menit yang lalu sedang sibuk melayani pelanggan membayar pesanannya.

“Sate dan sup kak”, saya memesan dua menu andalan dari warung. Dua menu ini saya rasa mampu menjawab rasa penasaran akan rasa dari masakan warung ini. Sebagai kota metropolitan, Pekanbaru mengalami perkembangan yang sangat pesat. Salah satu bagian yang dari kota ini yang terus berkembang adalah bermunculannya tempat- tempat makan baru setiap hari nya. Tempat makan ini bervariasi, dari skala besar yang berada di mall atau di ruko ruko baru yang bermunculan di kota ini hingga skala pinggir jalan yang mengisi sudut sudut ruang dari kota ini. Seiring terus bermunculan tempat tempat makan baru ini, tempat makan yang sudah dari dulu ada di Pekanbaru tetap menjadi incaran dari para penikmat kuliner. Salah satu rumah makan lama tersebut berada di jalan Kaharuddin Nasution, Simpang Tiga Pekanbaru.

Warung Era 51, selama 40 tahun warung ini secara konsisten menjual daging rusa. Warung ini berada pada jalan Kaharuddin Nasution Pekanbaru.

Rumah makan di Jalan Kaharudin Nasution ini memililiki sejarah yang panjang. Sudah empat puluh tahun, mereka secara konsisten menyajikan menu makanan yang unik. Nama warung ini sederhana, Era 51. Namun, dibalik kesederhanaan namanya, makanan yang dijual diwarung ini tidak sederhana. Era 51 adalah satu satunya warung makan di kota Pekanbaru yang menjual daging rusa sebagai menu andalannya. Setiap hari dari pukul 9 pagi sampai dengan pukul 22.00 WIB, warung ini buka dan melayani permintaan dari para pelanggan yang penasaran akan rasa dari daging rusa. Saat makan siang, pekerja kantor yang berada di Pekanbaru akan mengisi jam makan siang mereka di sini.

Meja besar dengan ukuran 3 x 2 meter yang dibungkus kulit berwarna coklat terang menjadi alas dari dua menu yang saya pesan sebelumnya. Bau harum dari bawang putih tumis pada kuah sup langsung mencuri perhatian. Kuah berwarna keruh yang diselimuti minyak dengan tambahan kembang kol dan wortel memancing air liur saya. Piring berwarna oranye yang berada di sebelah kiri mangkuk sup juga tidak kalah menggoda. Enam tusuk bambu yang diisi dengan tiga daging yang dipotong besar serta diselimuti bumbu berwarna coklat seolah olah memanggil saya untuk langsung menyantap mereka. Jadi bingung untuk memulainya dari mana.

Sate rusa Era 51. Sudah 40 tahun warung Era 51, secara konsisten menjual daging rusa sebagai menu andalan mereka.

Pilihan pertama saya jatuh pada sepiring sate. Mulut saya langsung dipenuhi dengan daging lembut dan empuk dari rusa. Saat gigi saya mengunyah daging sate, rasa pedas dari ketumbar langsung terasa pada lidah. Sedikit pedas, namun tidak sampai membuat keringat keluar. Rasa ketumbar ini ditimpa oleh asinnya bawang putih. Perpaduan dua rasa ini berebut menarik perhatian lidah. Sate yang saya makan ini dibakar matang. Agak gosong pada bagian pinggir namun tidak ada rasa pahit dari arang terasa pada lidah. Lidah saya bergantian mencicipi pedasnya ketumbar, manisnya kecap dan asinnya bawang putih yang digunakan sebagai bumbu.

Hal yang sama terjadi pada sup daging rusa pada mangkuk putih di sebelah piring sate. Setelah godaan dari harum bawang putih yang ditumis. Empuknya daging yang direbus memancing saya untuk terus menyuap daging. Daging yang digunakan pada sup daging rusa ini dipotong besar. Ada rasa puas saat saya menyuap daging ini kedalam mulut. Lemak pada daging juga tidak dihilangkan oleh koki dari warung makan ini. Perpaduan bumbu sup seperti merica, bawang putih, ditambah dengan lemak yang ada pada daging merupakan duet maut bagi mulut saya untuk terus menyuap sup daging ini sampai habis.

Sate rusa Era 51. Sudah 40 tahun warung Era 51, secara konsisten menjual daging rusa sebagai menu andalan mereka. (2)

Harga dua porsi makanan yang saya beli ini tidak lah mahal, untuk sate rusa, Rp 24.000 dan semangkuk sup yang penuh dengan sayur dan daging, saya hanya mengeluarkan Rp 30.000. Jika anda ingin mencari sensasi makan yang berbeda di kota Pekanbaru. Warung Era 51 adalah pilihan yang tepat.

Sup daging rusa, selain menjual sate, warung Era 51 juga menjual sup daging rusa sebagai menu andalan mereka.

Advertisements

6 thoughts on “Sensasi Daging Rusa di Warung Era 51

  1. Wah, tergolong nggak mahal ya, padahal rusa bukan daging yang umum dikonsumsi di Pekanbaru kan?
    Dulu aku pernah ke Merauke, kalo di sana lebih mudah (dan murah) cari daging rusa dibanding daging sapi. Jadinya di mana-mana adanya sate rusa, bakso rusa, dan oleh-olehnya pun dendeng rusa 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s