Diplomasi Makanan ala Daeng Gasing di Pekanbaru

“Keruhnya kuah berasal dari kacang kenari. Langsung saya kirim dari Makassar” pernyataan ini keluar dari mulut Daeng Gasing, pria dari Makassar ini sejak tahun 2006 sudah menjual masakan khas dari kota Anging Mamiri di Pekanbaru, masakan ini dikenal dengan nama Coto Makassar.

Soto Makasar Daeng Gasing, warna kuah yang keruh ini berasal dari kacang kenari yang diimpor langsung dari Sulawesi. (2)

Jika sedang berada di Pekanbaru dan ingin menikmati sajian menggoda lidah yang berbeda biasanya. Cobalah berkendara kearah Jalan Sudirman, di depan hotel Mayang Garden terdapat sebuah warung yang secara khusus menjual masakan dari Timur Indonesia. Warung ini dikomandani seorang laki laki yang berasal dari Makassar. Dia dipanggil dengan nama Daeng Gasing. Sudah delapan tahun dia merantau ke Pekanbaru dan mencoba keberuntungan di kota ini.

Soto Makasar Daeng Gasing, warna kuah yang keruh ini berasal dari kacang kenari yang diimpor langsung dari Sulawesi.

“Daging atau campur?” ujar Daeng Gasing saat saya berdiri di depan meja yang digunakan sebagai tempat penyimpan daging rebus dan berbagai macam campuran untuk membuat semangkuk coto. “Campur saja Daeng” ujar saya. Tidak terlalu lama menunggu pesanan yang sedari tadi saya tunggu sudah dihidangkan. Bau harum dari kuah coto langsung masuk ke hidung.

Selain menjual coto Makssar, warung Daeng Gassing juga menjual berbagai macam menu yang berasal dari kota Makasar, seperti sop konro, sop saudara dan es pisang hijau

Mata saya langsung tertuju dengan kuah berwarna keruh yang ada di depan saya, bau harum dari bawang goreng langsung masuk ke dalam hidung. Begitu sendok makan masuk ke dalam kuah keruh. Daging bertekstur lembut yang berwarna putih kecoklatan langsung mencuri perhatian. Menurut Daeng Gasing, warna putih ini berasal dari lamanya perebusan. Untuk membuat daging ini menjadi lembut dan putih kecoklatan dibutuhkan proses yang lama. Dibutuhkan waktu sekitar satu sampai satu setengah jam direbus dan dua kali perebusan. Rebusan pertama, membutuhkan waktu setengah jam pertama untuk membuang darah dari daging, dan rebusan kedua berlangsung satu jam berikutnya adalah membuang lemak yang ada dari daging. Setelah darah dan lemak dibuang. Air dari daging diganti dan daging direbus kembali. Air rebusan dari kuah ini yang digunakan sebagai kaldu dari coto.

Daeng Gasing, penjual coto ini berasal dari Kota Makassar, sejak tahun 2006 Daeng Gassing sudah membuka warung coto ini.

Saat suapan pertama dari coto masuk kedalam mulut, rasa sedikit pait dari kacang yang disangrai terasa di lidah. Kacang ini adalah kacang kenari yang langsung dikirim dari Sulawesi Selatan. Penggunaan kacang kenari agar kuah dari coto menjadi kental. Bumbu yang meresap pada daging yang bertesktur lembut ini memancing lidah untuk terus mencicipi daging dari coto. Bau amis dari darah sapi tidak tercium karena proses perebusan yang lama. Harumnya bawang putih di dalam kuah coto menyebabkan saya terus menyuap coto sampai habis.

Ketupat atau dalam bahasa Makassar nya adalah buras, ketupat ini  sebagai penganti nasi pada saat menikmati semangkuk coto Makassar daeng Gasing.

Warung Daeng Gasing dibuka dari jam 10 pagi hingga pukul 10 malam. Para pelanggan dari warung ini berasal dari Pekanbaru dan sekitarnya. Dibutuhkan sekitar 50 kg perhari daging sapi untuk memuaskan dahaga warga Pekanbaru akan coto Makasar. Selain Coto Makassar, di warung Daeng Gasing tersedia juga berbagai makanan dari Sulawesi Selatan seperti sop saudara, es pisng ijo dan konro. Cukup dengan Rp 25.000 saya sudah bisa menikmati rasa dari Coto Makassar di Pekanbaru

Advertisements

10 thoughts on “Diplomasi Makanan ala Daeng Gasing di Pekanbaru

  1. Coto Makassar tau dari abang ipar rasanya karena dia org makassar. Sop Konro, wah kalau llagi jalan” ke pantura dari indramayu smpe semrng banyak Sate Kambing muda, ini manteb banget 20 tusuk sndri gk kerasa, nambah jadi malu :))

    Main” tmpt saya yaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s