Ironi Manisnya Durian Jalan Sudirman Pekanbaru

Malam Minggu adalah saat muda mudi dan keluarga di Pekanbaru keluar rumah dan menghabiskan malam. Biasanya, mereka menghabiskan malam dengan nongkrong di cafe atau ke kawasan Purna MTQ yang ada di pinggiran kota. Padahal, jika mereka mau meluangkan waktu, ada beberapa tempat dimana mereka bisa menghabiskan waktu dengan cerita yang berbeda. Salah satu tempat dengan cerita unik tersebut adalah warung penjual durian di Jalan Sudirman.

Hanya tersisa dua warung yang masih menjual durian di jalan Sudirman, jalan Sudirman dulu dikenal sebagai jalan yang ramai oleh penjual durian. Sekarang, cerita itu berubah.

Awal tahun 2000-an, di kiri jalan Sudirman. Dimulai dari samping gedung Bulog hingga kantor PDI Perjuangan, banyak terdapat warung warung kayu yang khusus menjual durian. Durian durian yang dijual di warung ini berasal dari Kampar, Bengkalis, Selat Panjang, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Saat itu, rumah rumah ini penuh dengan para pengunjung hingga tidak ada kursi yang terisi. Para pengunjung warung ini bervariasi, artis artis dari ibu kota, Pejabat pejabat ibu kota yang berkunjung ke Pekanbaru, hingga masyarakat Pekanbaru sendiri. Alasan mereka makan durian di sini sederhana. Durian yang dijual di sini tidak mengenal musim, selalu tersedia setiap saat. Bagi para pecinta durian, jalan Sudirman Pekanbaru dulunya adalah tujuan favorit mereka.

Durian Medan yang menjadi salah durian yang dijajakan di Warung durian ini.

Namun, seiring perjalanan waktu. Rumah yang tadinya berjumlah delapan, tinggal dua. Alasan menghilangnya rumah rumah kayu ini sederhana, rumah rumah ini menempati tanah yang bukan milik mereka. Mereka hanya menyewa tanah untuk mendirikan secara sementara. Pada saat pemilik tanah menjual tanah yang mereka sewa ke pembeli. Dengan terpaksa mereka pindah mencari tempat yang masih kosong. Dua warung yang masih berdiri mengalami kondisi yang dilematis, mereka dijepit oleh ruko ruko yang berdiri di kiri kanan warung. Padahal, jika ada sedikit kepedulian dari pihak terkait. Warung warung durian di pinggir jalan Sudirman ini bisa dijadikan sebagai salah satu wisata andalan Pekanbaru seperti warung durian Ucok yang ada di Medan. Bahkan jika kita mau berpikir lebih luas, kota Pekanbaru bisa mengadakan festival durian dengan merangkul warung warung sederhana ini.

Durian Medan yang di nikmati salah satu pelanggan warung durian Pangeran. Ada bulan bulan nya jika kita ingin menikmati durian Medan, Sumatera Barat, dan Riau di warung ini.

Saat saya masuk ke dalam rumah, pelayan warung dengan sigap mengantarkan durian.   “ ini durian Medan bang, durian dari Kampar dan Bengkalis belum masuk” ujar nya. “ Pakai ketan bang?” tanya pelayan tersebut. Selain bisa makan durian secara utuh, warung ini juga menjual ketan sebagai teman saat kita menikmati legit nya daging buah durian. Saat pelayan warung membuka durian yang dihidangkan di depan saya. Harum bauah durian langsung masuk kehidung. Bagi sebagian orang, harum ini membuat tidak nyaman indra penciuman, namun bagi sebagian orang lagi, harum ini lah yang memancing untuk terus membuka buah durian.

Durian Medan dan ketan. Selain menjual durian utuh,  warung durian ini   juga menjual ketan sebagai teman makan durian.

Karena bulan Oktober, durian Medan masih mendominasi durian durian yang di jual di warung. Ibu Yasni, yang merupakan pemilik warung durian Pangeran, salah satu dari dua warung durian yang masih tersisa. “ Kalau bulan Oktober, musim nya durian Medan, namun saat bulan November dan Desember. Durian yang berasal dari Bengkalis dan Kampar akan masuk”. “Para pelanggan yang “gila” durian akan berburu durian saat itu” sambung nya. Daging buah durian yang saya makan bertekstur lembut seperti mentega, dengan ukuran buah yang tidak terlalu besar. saat gigi saya menyentuh daging durian, “mentega” ini langsung lumer dan menyebar kedalam mulut. Rasa manis dari daging buah singgah ke lidah. Akibatnya, tanpa terasa tangan ini terus dan terus mengambil buah durian yang ada hingga habis.

Durian yang dijual pada warung durian Pengeran di Jalan Sudirman, Pekanbaru. Durian durian ini berasal dari Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Riau.

Selain menjual durian utuh dan ketan. Warung durian ini juga menjual pancake durian. Pancake durian adalah durian yang di balut dengan kulit pai. Ada yang menyebut pancake durian sama seperti memindahkan buah durian kedalam kulai pai. Selain itu, mereka juga menjualdurian yang sudah dikupas dan dimasukkan kedalam kotak. Ada hal yang unik dari warung warung ini. Warung durian akan ramai pada saat hari Kamis hingga hari Minggu, sisanya sepi. Menurut bu Yasni kebiasaan pelanggan warung nya sebagian besar adalah ini para karyawan perusahaan yang ada di Pekanbaru, mereka mulai menghabiskan waktu malam mereka pada hari tersebut.

Durian yang dijual pada warung durian Pengeran di Jalan Sudirman, Pekanbaru. Durian durian ini berasal dari Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Riau. (2)

Di balik manisnya buah durian yang di jual di warung, tersimpan sebuah ironi. Sampai kapan warung-warung ini bertahan dari jepitan pembangunan kota.

Advertisements

12 thoughts on “Ironi Manisnya Durian Jalan Sudirman Pekanbaru

  1. Hmmm, karena ini bukan tanah negara mungkin Pemerintah bisa membantu mencarikan lokasi pengganti dari Jl. Sudirman se-an-da-i-nya si empunya tanah berkehendak “menggusur” warung durian ini.

    Kalau menurut saya, asal warungnya sudah punya nama, pasti tetap dicari pelanggan walau pun pindah. Apalagi kalau di warung ini stok durian Bengkalis dan Kampar nya bisa dijadikan andalan.

      1. Mungkin ke depannya bisa diusulkan sentra durian di Pekanbaru. Seperti sentra gudeg Wijilan di Jogja Wijilan, atau sentra Batik Laweyan di Solo. Tapi yg seperti ini lebih mudah bila warung2 itu terorganisir dulu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s