Buah Tangan Alam Dari Pekanbaru

“ Rotan jenis ini adalah rotan getah. Berasal dari Langgam, Pelalawan “ Ujar Pak Firman yang merupakan salah satu pengrajin rotan. Pekanbaru yang merupakan ibu kota propinsi Riau memiliki buah tangan menarik yang masih jarang di lirik, buah tangan ini adalah kerajinan rotan.

Pak Firman ( 42) seorang pengrajin rotan yang ada di Pekanbaru sedang menggukur rotan getah untuk di olah. Sebagian besar hasil olahan pak Firman sudah di kirim ke berbagai kota di luar Pekanbaru.

Para pengrajin rotan ini menjadi bagian dalam perkembangan kota. Pada tahun 1992 para pengrajin yang berasal dari Sumatera Barat dan Cirebon, Jawa Barat membuka show room di tepi Jalan Yos Sudarso, Rumbai. Pelan pelan, jalan ini di kenal dengan show room kaki lima pengrajin rotan. Seiring dengan perkembangan kota Pekanbaru, show room ini meluas ke Jalan Sudirman dan Jalan Arengka. Pekanbaru.

Salah satiu show room kaki lima yang ada di Jalan Yos Sudarso. Mereka menjual mebel, dan berbagai macam olahan yang terbuat dari  rotan. Olahan ini adalah buah tangan khas Pekanbaru.

            Rotan-rotan yang di gunakan sebagai bahan baku dari kerajinan ini berasal dari Sumatera Barat, Pulau Jawa dan Riau. Rotan yang berasal dari Sumatera Barat dan Jawa memiliki variasi yang lebih dari Riau. Hal ini karena mereka masih memiliki pabrik yang dapat mengolah rotan alam menjadi bahan setengah jadi. Jenis rotan yang di olah dari pabrik adalah rotan manau dan sago beras. Kedua jenis rotan ini ideal untuk di jadikan mebel. Rotan manau memiliki bentuk lurus dan lentur namun dengan warna putih. Sedangkan rotan sago beras memiliki bentuk yang lebih kecil dari rotan manau dengan wujud menyerupai tali. Sayang nya, kedua rotan jenis ini memiliki harga yang mahal sebagai bahan baku oleh para pengrajin. Sebagai gambaran harga satu kilo rotan sago beras kering per kg adalah Rp 25.000. Untuk membuat ayunan bayi berukuran kecil dengan kualitas ekspor, dalam satu kali produksi para pengrajin membutuhkan lebih dari satu kilogram sago rotan. Akibat nya harga jual dari ayunan bayi dengan kualitas ekspor bisa menyentuh harga Rp 600.000. Karena bahan baku untuk membuat kerajinan seperti kursi dan buaian bayi yang mahal. Pengrajin rotan mengakalinya dengan menjual kerajinan rotan selain mebel. Sebagai bahan baku untuk kerajinan tersebut mereka menggunakan bakan baku rotan getah yang berasal dari Riau.

DSC_0089_01

Hasil kerajinan yang di buat oleh para pengrajin ini sudah berkelana hingga ke kota kota besar di Sumatera, Jawa, bahkan ke luar negeri. Medan, Jakarta, Aceh, Dumai, Tanjung Pinang, Malaysia dan Singapura adalah tujuan ekspor dari kerajinan rotan ini. Menurut keterangan Suci yang merupakan anak dari Pak Sugianto Pemiliki Dona Rotan “Show room ini merupakan tempat membuat. Setelah kursi, kursi goyang, dan meja rotan yang mereka buat selesai. Para pemesan akan mengambil dan menjual kembali di kota domisili pedagang”. Harga dari mebel yang di hasilkan para pengrajin bervariasi. Dari dua juta rupiah hingga lima juta rupiah tergantung dengan desain yang kita inginkan. Sebagian kerajinan yang mereka buat ada yang mereka jual di show room masing masing namun tidak terlalu banyak jenis nya. Permintaan akan kerajinan rotan ini setiap tahun meningkat. Untuk Pekanbaru sendiri kerajinan yang sering di beli sebagai buah tangan adalah tudung saji, kuda kuda an, dan dudukan lampu.

Para pekerja menghaluskan kursi goyang yang akan di kirimkan ke kota di luar Pekanbaru. Mebel Rotan ini adalah buah tangan yang khas dari Pekanbaru.

            Para pengrajin rotan ini berani mengklaim bahwa kerajinan yang mereka hasilkan tidak kalah dengan yang ada di pulau Jawa. “Rotan yang kami gunakan bersifat lebih kaku. Sehingga tudung saji ataupun kursi goyang yang kami hasilkan lebih kokoh” ujar Pak Firman yang merupakan salah satu pengrajin rotan. Kerajinan rotan kaki lima ini dapat di jadikan sebagai buah tangan yang menarik dari kota Pekanbaru.

Para pekerja menghaluskan mebel yang akan di kirimkan ke kota di luar Pekanbaru. Mebel Rotan ini adalah buah tangan yang khas dari Pekanbaru.Pak Firman ( 42) seorang pengrajin rotan yang ada di Pekanbaru sedang membengkok kan rotan getah. Sebagian besar hasil olahan pak Firman sudah di kirim ke berbagai kota di luar Pekanbaru.

Pak Firman ( 42) seorang pengrajin rotan yang ada di Pekanbaru sedang membengkok kan rotan getah. Sebagian besar hasil olahan pak Firman sudah di kirim ke berbagai kota di luar Pekanbaru. (2)

kuda kudaan adalah salah satu olahan rotan yang paling sering di cari sebagai buah tangan dari Pekanbaru.

Advertisements

4 thoughts on “Buah Tangan Alam Dari Pekanbaru

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s