Festival Kuliner Teluk Jailolo

Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) di Provinsi Maluku Utara menyimpan keragaman budaya, kuliner, dan alam yang indah. Pada Festival Teluk Jailolo 2014 yang di langsungkan dari tanggal 29 sampai dengan 31 Mei 2014 , seluruh potensi Kabupaten Halmahera Barat dalam menarik wisatawan ditampilkan. Salah satu daya tarik di dalam festival ini adalah festival kuliner yang diadakan satu hari sebelum festival Teluk Jailolo di buka.

            Pesta kuliner ini melibatkan sembilan kecamatan yang menampilkan kuliner-kuliner khas dari Halmahera Barat, Di festival ini saya bisa menikmati makanan tradisional yang ada di Halmahera Barat. Salah satu makanan tradisional yang ada di Halmahera Barat berbahan dasar ikan, beberapa orang menyebut makanan ini sebagai sushi nya teluk Jailolo, sedangkan nama lokal dari makanan ini adalah gohu. Gohu adalah ikan mentah yang dibumbu bersama cabe atau rica dalam bahasa lokal, bawang, kacang kenari dan lemon cui. Lemon cui adalah jeruk yang banyak tumbuh di sini, lemon ini berukuran sama seperti jeruk nipis namun memiliki air yang lebih banyak. Ikan yang di gunakan untuk gohu bisa ikan tuna ataupun ikan cakalang. Rasa nya. manis dan segar. Rasa manis daging ikan dan asam nya lemon cui memancing saya untuk menyuap gohu sampai habis. Teman menikmati sepiring gohu adalah sagu lempeng atau pisang.

           Seperti di Papua dan Maluku, di Halmahera Barat mereka tidak menggunakan nasi sebagai karbohidrat utama. Mereka menggunakan sagu, singkong dan pisang. Pisang yang digunakan adalah pisang mulut bebek. Pisang ini merupakan tanaman asli dari tanah Halmahera Barat. Pisang mulut bebek memiliki bentuk langsing dan panjang melengkung layaknya mulut bebek. Warna kulit pisang ini tidak berubah menjadi kuning meskipun sudah matang. Tekstur dari pisang ini liat dan renyah dengan rasa sepat dan manis. Karena itulah pisang mulut bebek cocok disandingkan sebagai hidangan pengganti nasi. Pisang ini cocok dipadukan dengan rasa asin ataupun manis. Menurut Bupati Halmahera Barat, Ir. Namto H Roba, SH. Pisang mulut bebek hanya cocok tumbuh di tanah Halmahera Barat, Dia pernah membawa benih pisang ini untuk ditanam di pulau Jawa, tapi hasilnya kurang menggembirakan.

            Selain gohu, ada makanan tradisional lain yang juga masuk kedalam perut saya. Makanan ini dinamakan dengan boko-boko, bahan dasar boko boko mirip seperti sagu lempeng. Hanya saja butiran tepung sagu pati singkong untuk boko-boko sedikit lebih kasar. Boko-boko dipanggang secara perlahan dalam bambu air, sebelum di masukkan ke dalam bambu, tepung pati singkong dicampurkan dengan sedikit garam atau gula pasir untuk menambah rasa. Bahan baku yang digunakan sederhana, tetapi memiliki rasa yang menggelitik lidah. Pada festival kuliner kali ini, boko-boko dicampurkan bersama ikan dan kelapa parut. Karena rasa asin dan gurih dari kelapa perut yang di campurkan ke dalam boko-boko, tanpa terasa sudah tiga biji boko-boko yang masuk ke dalam perut saya.

            Pada festival kuliner ini, pihak panitia menggunakan sistem penukaran. Kita akan menukar uang tunai dengan voucher. Voucher yang di sediakan sebesar Rp 5.000. Sebagian besar makanan tradisional di jual dengan harga Rp 5000, sehingga terjangkau bagi kantong saya.. Selain gohu, boko-boko, pisang mulut bebek, saya juga bisa menikmati masakan olahan Halmahera Barat yang berbahan ikan. Ikan sambal colo-colo dan ikan woku bisa saya nikmati di sini. Ikan sambal colo-colo adalah ikan yang dimasak dengan cara di rendam dengan bumbu colo-colo. Bumbu colo-colo adalah tomat, kemangi, cabai, garam, lemon cina, bawang merah, gula, kecap dan air. Nanti nya semua bahan ini akan di aduk hingga merata. Setelah di aduk bumbu colo-colo akan di siram di atas ikan. Ikan nya sendiri, bisa di goreng ataupun di bakar. Kebetulan saya mencoba ikan yang di bakar. Rasa ikan bakar ini, nikmat. Manis nya daging ikan yang berasal dari Teluk Jailolo di ikat dengan pedas nya cabai dan asam nya lemon cina.

            Tanpa terasa kerongkongan saya mulai kering karena berbagai macam bumbu makanan yang melewati kerongkongan. Sebuah stand makanan dari kecamatan Tobaru menjual minuman segar yang berasal dari sadapan bunga nira. Minuman ini bernama saguer, minuman ini di simpan pada wadah yang terbuat dari bambu. Rasa saguer sama seperti air tape, manis namun sedikit pahit. Ada rasa getir yang di tangkap lidah saat minuman ini masuk ke dalam tenggorokan. Menurut penjaga stand, jika minuman ini di suling lagi, saguer akan berubah menjadi cap tikus. Cap tikus adalah minuman keras. Bagi sebagian besar kawasan Timur Indonesia seperti Papua, Maluku, dan Manado. Cap Tikus adalah minuman kearas yang biasa kita konsumsi saat pesta adat.   Petani dan nelayan di Halmahera Barat juga menggunakan cap tikus sebagai minuman penghangat badan sebelum bekerja. Aturan minum nya, hanya menuangkan tidak sampai seperempat dari gelas, jika lebih, kata bapak penjaga stand “ bisa kasi bongkar kerumunan” kita bisa mabuk di buat nya.

            Gohu, pisang mulut bebek dan segelas saguer adalah hidangan penutup yang masuk ke dalam lambung siang ini. Keunikan kuliner Jailolo membuat saya terus mengisi celah- celah yang masih kosong di lambung.

Advertisements

6 thoughts on “Festival Kuliner Teluk Jailolo

  1. Kadang saya mikir, makanan tradisional di tiap propinsi negara kita ini beraneka ragam. Alhasil, bisa jadi lahan bisnis di tiap propinsi. Kalau misalnya ada yg jual makanan semacam ini di Jogja, saya tertarik buat beli. hahaha.

    Tapi toh membisniskan makanan tradisional ini ada kendalanya. Yang utama adalah pasokan bahan baku yang hanya cocok bila dibudidayakan di tempat asal. Jadi ya hanya sebatas mimpi mengecap makanan seperti ini di luar propinsi asalnya…

    1. kekayaan kuliner lokal masih di anggap angin lalu oleh pelaku bisnis pariwisata di negeri ini, padahal ini salah satu kunci dalam destinasi. Singapura sampai bikin Singapura street food carnival. dan orang kita berbondong datang ke sana. padahal, kekayaan rempah nya masih lebih kaya kita..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s