Ritual Bakar Tongkang Bagan Siapiapi

         Tambur dan simbal di pukul bertalu talu, seorang pemuda dengan penutup badan berwarna kuning bermotifkan naga berlari ke arah meja altar. Di depan meja altar, pemuda ini menjura dan memukul mukulkan bola duri ke tubuh nya, kemudian dia memutar bendera kebangsaan berwarna hitam. Pemuda ini terlihat seperti seorang panglima yang melapor kepada seorang raja. Sembari bergumam dengan dialeg hokian, pemuda ini terus berkomunikasi pada sebuah tongkang yang berada di depan meja altar.

Image

 

            Adegan seperti film silat tahun 70-an ini adalah bagian dari upacara Bakar Tongkang yang dilaksanakan di Bagan Siapi api, Provinsi Riau, 12-14 April 2014. Upacara Bakar Tongkang adalah ritual yang di lakukan setiap tanggal ke enam belas bulan ke lima/ Go Gwee Cap Lak oleh masyarakat Tionghoa yang berada di Bagansiapiapi. Ritual ini bertujuan untuk mengenang kembali kedatangan leluhur masyarakat Tionghoa yang mendiami kota Bagan Siapiapi dan juga untuk merayakan ulang tahun dari dewa/khong yang melindungi masyarakat Tionghoa Bagan Siapapi, dewa ini bernama Kie Hu Ong Ya.

Image

            Alkisah pada zaman dahulu, sekelompok orang Tionghoa dari Fujian,China merantau menyeberangi lautan dengan kapal kayu sederhana. Tujuan mereka merantau adalah untuk mengharapkan kualitas hidup yang lebih baik. Di dalam perjalanan di tengah lautan mereka mengalami kebimbangan. Mereka kehilangan arah. Di dalam suasana yang genting, mereka berdoa kepada Dewa Kie Hu Ong Ya yang memang sudah mereka bawa dari awal perjalanan, Mereka meminta petunjuk mengenai di mana kapal akan berlabuh. Di dalam keheningan malam, dewa Kie Hu Ong Ya memberikan petunjuk kepada mereka. Para penumpang kapal ini melihat ada cahaya samar-samar, cahaya ini mirip seperti nyala api. Dengan asumsi bahwa di mana ada api di situlah terdapat kehidupan, mereka mengikuti arah datang nya cahaya. Akhir nya mereka tiba di daratan yang berada di tepi selat Malaka. Terdapat 18 orang yang selamat saat mereka mendarat di daratan yang akan menjadi cikal bakal kota Bagan Siapi api. Ke delapan belas orang ini bermarga Ang, merekalah nanti nya yang akan menjadi leluhur dari Bagan Siapiapi.

Image

            Matahari bersinar dengan terik nya saat saya berada di Klenteng In Hiok Kong, klenteng yang terletak sejajar dengan pasar induk Bagan Siapi ini penuh dengan sesaji. Sesaji-sesaji ini di letakkan pada meja panjang yang berwarna merah. Sesaji yang di letakkan bermacam macam, ada yang berbentuk nenas, ada yang berbentuk kapal, ada berupa ayam, dan ada yang hanya jajanan pasar. Di depan meja panjang, terdapat sebuah tongkang besar yang berwarna putih. Di bagian kiri dan kanan dari tongkang penuh dengan hiasan-hiasan yang menggambarkan dua belas shio manusia. Selain dua belas shio, terdapat replika dari delapan belas leluhur komunitas Tionghoa Bagan Siapi api yang selamat dalam ukuran kecil. Replika ini di letakkan pada bagian depan, tengah dan buritan kapal. Pada bagian buritan kapal, terdapat hiasan yang berbentuk kepala naga. Kepala naga berwarna hijau ini tersenyum lebar memamerkan deretan taring taring nya.

Image

            Sehari sebelum tongkang di sembahyangkan di samping klenteng, tongkang di pindahkan dari ruko yang berada tepat di sebelah kanan dari klenteng dengan cara di arak. Tongkang akan mengelilingi jalan klenteng kemudian di letakkan di samping klenteng. Malam hari nya, klenteng mulai penuh dengan kunjungan umat Tri Dharma yang ingin sembahyang malam. Saat malam hari, dilakukan sebuah ritual untuk membuka penutup yang terbuat dari kain berwarna merah pada bagian buritan tongkang. Pada pukul 23.00 WIB, para pengurus klenteng melakukan ritual di samping tongkang, mereka mengelilingi tongkang sebanyak tiga kali sembari membawa bendera kebangsaan klenteng In Hiok Kong yang terdiri dari lima warna; merah, kuning, hitam, putih dan biru muda. Setelah seorang pengurus klenteng membuka penutup buritan. Maka ritual sembahyang untuk bakar tongkang sudah di mulai.

Image

            Pagi hari tanggal 14 Juni di Klenteng In Hiok Kong, Umat Tri Dharma berdatangan silih berganti untuk melakukan sembahyang pagi sebelum ritual bakar tongkang di laksanakan, asap dupa yang memenuhi bagian tengah klenteng membuat mata saya berair saat saya sedang berada sini. Menurut Pak Ah Ping yang merupakan salah satu pengurus klenteng In Hiok Kiong, masyarakat Tiong Hoa yang datang pada festival ini sebagian besar adalah Tionghoa Bagan Siapi api yang merantau ke luar. Mereka akan kembali khusus untuk mengikuti ritual ini. Saya juga sempat bertemu dengan salah seorang perantau yang datang dari jauh untuk menghadiri ritual ini, pengunjung ini bernama Linda, beliau adalah seorang warga keturunan Tionghoa kelahiran Bagan Siapi api yang sudah lama meninggalkan kota ini, “ Dari umur 3 tahun saya meninggalkan kota Bagan, sekarang saya sudah berumur 40 tahun. Baru kali ini saya datang dan mengikuti ritual ini. “ ujar Linda saat sedang menyusun sesaji di atas meja altar. Masyarakat Tionghoa Bagan Siapi api percaya bahwa pada saat upacara Bakar Tongkang, dewa Ki Hu Ong Ya akan memberikan berkah yang berlimpah bagi mereka yang mendoakan nya.

Image

            Selain dewa Ki Hu Ong Ya, pada meja altar terdapat juga replika dari dewa langit yang di dudukkan di atas replika kuda. Replika yang berukuran besar ini nanti nya akan ikut di bakar bersamaan dengan tongkang. Tepat pukul dua siang, terjadi keriuhan di halaman depan klenteng. Suara tambur dan perkusi seperti menyelimuti klenteng, Loya/ dewa yang masuk ke dalam tubuh manusia dengan di dampingi dengan umat berjalan menuju tongkang. Loya-loya ini berasal dari klenteng-klenteng yang berada di kota Bagan Siapi api. Kedatangan mereka adalah memberikan persembahan kepada tongkang.

Image

            Setelah loya- loya selesai memberikan salam kepada tongkang, replika-replika dewa yang di letakkan di atas meja altar pada bagian tengah klenteng di keluarkan. Dengan di lepas nya sebatang kayu yang menjadi kunci dari tongkang, di mulailah ritual upacara bakar tongkang. Sekitar 50 pemuda tionghoa Bagan Siapi api membopong dan mengarak tongkang menuju tempat pembakaran. Tempat pembakaran ini terletak di jalan Perniagaan. Berdasarkan keterangan pak Ah Ping, tempat pembakaran tongkang adalah tempat dimana dahulu leluhur masyarakat Tionghoa Bagan Siapi api mendarat. Kurang lebih sekitar satu kilometer jarak dari klenteng menuju tempat pembakaran. Jalan Perniagaan yang tadi nya di kosongkan menjadi penuh dengan lautan manusia. Di kiri kanan jalan, masyarakat Tionghoa berbaris menunggu lewat nya tongkang. Saat iring iringan tongkang melewati mereka, mereka akan berdoa dengan menggunakan dupa yang sudah di bakar terlebih dahulu.

Image

            Perjalanan tongkang untuk menuju tempat pembakaran butuh perjuangan tersendiri, kabel kabel yang berseliweran di bagian tengah jalan menyulitkan tongkang untuk bergerak. Beberapa kali rombongan ini berhenti untuk menaikkan kabel agar tidak menyentuh tongkang. Setelah melewati gerbang besar yang menjadi pintu masuk dari tempat pembakaran. Tongkang pun di letakkan diatas kertas doa yang berwarna kuning, kertas kertas ini sudah di susun bertumpuk.

Image

            Pada saat tongkang di arak dari klenteng. Dua buah tiang layar utama dari tongkang belum di pasang. Pada saat tongkang sudah berada di atas tumpukan kertas doa, dua buah tiang layar di buka dan layar berwarna putih di pasang. Setelah tiang layar berdiri dengan sempurna, maka tongkang pun dibakar.

Image

            Saat api pelan pelan membakar tongkang, ribuan masyarakat tionghoa Bagan Siapi api berdoa dan menyampaikan harapan mereka. Hal yang paling di tunggu oleh masyakarat Tionghoa Bagan Siapi api adalah pada saat tiang layar utama jatuh. Ada sebuah kepercayaan bagi masyaarakat Tionghoa Bagan Siapi api, bahwa jika tiang layar utama jatuh ke arah laut maka rezeki tahun ini adalah di laut. Dan jika tiang layar utama jatuh kedarat maka rezeki tahun ini jatuh ke darat. Untuk tahun ini, rezeki bagi mayarakat Tionghoa Bagan Siapi api adalah ke laut. Dengan jatuh nya tiang utama, ribuan masyarakat yang tadi memadati kawasan pembakaran kembali ke rumah masing masing. Laut adalah harapan mereka tahun ini.         

Image

 

Image

 

Image

 

Image

 

Image

 

Image

 

Image

 

Image

 

 

 

 

Advertisements

2 thoughts on “Ritual Bakar Tongkang Bagan Siapiapi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s