Kampung Teluk Meranti

        Kampung yang berjarak enam jam perjalanan darat dari Pekanbaru ini dulunya adalah tempat para pembalak liar/illegal loger. Kampung ini bernama Teluk Meranti. Terdapat kurang lebih 2000 jiwa yang menghuni kampung. Dahulu,kita akan melihat kayu-kayu alam dibawa dengan tongkang keluar dari kampung. Singapura dan Malaysia adalah tempat kayu-kayu dari kampung ini di perdagangkan. Dari hasil illegal logging kampung ini berdenyut.  

            Namun,seperti denyut kehidupan. Usaha kayu pun mengalami kemunduran bahkan dapat dikatakan mati. Dimulai dari tegasnya pemerintah merazia dan menangkap para pelaku. Di tambah dengan masuknya perusahaan kertas yang mengubah hutan alam menjadi hutan akasia.  Masyarakat di kampung mulai mengalami kesulitan ekonomi. Keluar dari kampung atau menjadi buruh perusahaan kertas adalah pilihan pekerjaan saat itu.

            Pada tahun 2010 terjadilah sebuah perubahan di kampung. Seorang surfer dari Prancis yang bernama Antonikolas datang. Dia datang untuk mencari gelombang sungai atau tidal bore yang dikenal dengan nama Bono. Bono adalah gelombang tidal bore yang  terbentuk  dari benturan arus laut dengan arus di muara sungai. Saat bulan purnama ataupun bulan baru, permukaan laut yang berada di Selat Malaka menjadi naik dan melahirkan gelombang pasang yang menyapu masuk kedalam sungai Kampar sejauh 50 sampai dengan 60 km. Saat gelombang bono selesai menyapu sungai Kampar terjadi sebuah keunikan. Keunikan ini adalah terjadinya pasang yang membanjiri kampung. Pasang ini akan berlangsung sekitar tiga sampai dengan lima jam.   

            Sebenarnya sudah dari zaman dahulu masyakarat kampung mengenal dan  takut akan bono. Namun setelah diajarkan dasar-dasar selancar oleh Antoni, gelombang Bono tidak lagi ditakuti. Mereka telah menemukan potensi baru. Kampung ini berubah dari kampung logger menjadi kampung surfer. Denyut baru mulai mewarnai kampung.

            Namun, terdapat sedikit ketakutan bagi masyarakat Teluk Meranti. Pelan namun pasti investor akan masuk dan mengubah wajah kampung. Resort-resort besar akan berdiri. Bos-bos baru  “menguasai” kampung. Akankah siklus saat keruntuhan zaman kayu terulang kembali?.  

 

Image

 

Image

 

Image

 

Image

 

Image

 

Image

 

Image

 

Image

 

Image

 

Image

Advertisements

7 thoughts on “Kampung Teluk Meranti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s