Pasar Malam Sekaten Yogyakarta

       “Opo ora eman duite gawe tuku banyu setan. Opo ora mikir yen mendem iku biso ngrusak pikiran ….” Lagu dangdut yang berjudul Oplosan keluar dari speaker tua terletak di dekat kursi panjang hitam yang terbuat dari kayu. Di atas kursi panjang tersebut, para pemuda kekar terlihat duduk santai sambil mendengarkan lagu ini. Sementara itu, para pengunjung dengan sabar menunggu giliran untuk mencoba wahana yang berada di dekat speaker tua. “ Ayo, masih dua orang lagi. Ayo mbaknya,masnya.Silahkan masuk.Mari mencoba”. Teriakan dari penjaga tiket dengan lantang terdengar. Ada keinginan dari saya untuk mencoba wahana ini. Namun, niat ini saya batalkan karena muka melas dari penjaga tiket  saat melihat saya mengantri. Seperti nya ada batasan berat badan di wahana ini.

Image

            Saya langsung keluar dari antrian panjang. Menunggu untuk melihat kehebohan yang akan terjadi saat wahana beraksi adalah pilihan saya. Tanpa perlu menunggu lama, saat yang saya tunggu pun tiba. Wahana permainan penuh terisi, para pemuda yang tadinya duduk di kursi panjang mulai bergerak. Mereka mulai memutar wahana ini Pelan-pelan, kecepatan wahana meningkat. Para penumpang yang  pada awal nya terlihat tenang. Sekarang menjadi panik Teriakan-teriakan mulai terdengar. “ Aaaaaa. Aaaaaaa. Aaaaaa”.  Suara teriakan saling sahut sahutan. Namun, para pemuda kekar ini sepertinya sangat menikmati dan terus memacu wahana ke batas maksimal nya. Saya iri.

Image

            Sekarang saya sedang berada di Pasar malam Sekaten. Pasar Malam Sekaten adalah pasar malam yang ada sebelum upacara Sekaten diadakan.  Kegiatan pasar malam ini akan berlangsung selama satu bulan penuh. Tradisi pasar malam sekaten ini sudah ada sejak zaman Kerajaan Demak (abad ke-16)  dengan mengambil lokasi di pelataran atau Alun-alun Utara Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Image

            Wahana permainan yang sedang saya tonton dikenal dengan nama  Ombak Asmara.  Ombak asmara adalah wahana permainan yang berbentuk seperti jamur, memiliki kursi yang melingkar dan di gerakkan oleh tenaga manusia. Dan hanya pada saat pasar malam sekten wahana ini bisa saya lihat. Dari “ kegilaan” ombak asmara. Saya mulai berkeliling di pasar malam.  Malam ini, pasar malam penuh dengan pengunjung. Muda mudi. Tua muda terlihat menikmati keramaian ini. “Hmm. Sepertinya rasa lapar mulai menyerang perut.” Saya langsung menuju ke pintu masuk pasar malam. Di depan pintu masuk sudah banyak gerobak gerobak yang menjual gorengan, kue bolang baling bahkan martabak telor. Seporsi martabak telor menjadi pengganjal  “kampung tengah “ saya.

Image

            Dari tadi saya hanya menceritakan Pasar Malam Sekaten. Namun,apakah sekaten ini? Terdapat beberapa pendapat mengenai pengertian  sekaten.  Ada yang berpendapat bahwa Sekaten berasal dari kata Sekati, yaitu nama dari dua perangkat pusaka Kraton berupa gamelan yang disebut Kanjeng Kyai Sekati yang ditabuh dalam rangkaian acara peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW. Pendapat lain mengatakan bahwa Sekaten berasal dari kata suka dan ati (suka hati, senang hati) karena orang-orang menyambut hari Maulud tersebut dengan perasaan syukur dan bahagia dalam perayaan pasar malam di Alun-alun Utara. Pendapat lain mengatakan bahwa kata Sekaten berasal dari kata syahadataini, dua kalimat dalam Syahadat Islam, yaitu syahadat taukhid (Asyhadu alla ila-ha-ilallah) yang berarti “saya bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah” dan syahadat rasul (Waasyhadu anna Muhammadarrosulullah) yang berarti “saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah”.

Image

            Dari gerobak martabak telor, saya kembali masuk kedalam pasar. Pasar sekaten ini dapat di katakan sebagai hiburan murah meriah bagi masyarakat. Di dalam pasar ini saya bisa bermain wahana permainan seperti komedi putar, stand memancing.ayam-ayaman yang dicat, bahkan bom bom kar bisa kita temukan di sini. Dan malam ini semua wahana   penuh dengan antrian para pengunjung yang ingin mencoba. Kurang lebih sudah 3 jam saya berada di pasar malam. Ada keinginan saya untuk pulang ke rumah, namun keinginan ini saya tahan. Ternyata malam saat kedatangan saya. Gamelan yang menjadi ciri khas dari acara Sekaten yaitu gamelan Kanjeng Kyai Guntur Madu dan Kanjeng Kyai Nogowilogo akan diarak menuju Komplek Mesjid   Agung Yogyakarta. Acara  ini dikenal dengan nama Myos Gongso. Setelah sampai di mesjid Agung, gamelan akan di bunyikan  sampai satu hari sebelum upacara puncak dari Sekaten yaitu Grebek Maulud.

Image

            Berdasarkan obrolan saya dengan seorang petugas Satpol PP yang ikut menjaga upacara Sekaten, arak arak an ini akan berlangsung pada pukul 23.00 WIB, kurang lebih dua jam saya akan menunggu arak-arakan ini keluar. Tepat pukul 23.00, dimulai lah arak arakan. Abdi dalem dan para prajurit kraton. Pelan pelan keluar dari bangsal. “ Prittt. Priitttt” Suitan dari pluit yang di gunakan oleh para satpol PP yang mengawal arak arakan terdengar. “ Kiri mas. Kiri.  Jangan menghalangi” Kata-kata itu  terdengar dari mulut mereka. Kenapa hal ini terjadi? Pelataran pasar Sekaten yang tadi nya mulai sepi. Dalam waktu dua jam menjadi penuh dengan manusia. Tua dan muda mulai memenuhi pelataran ini. Tujuan mereka hanya satu. Mereka ingin melihat dan ikut terlibat di dalam upacara Myos Gongso. Hubungan antara Kraton dan masyarakat Yogyakarta masih sangat erat terjalin.Image

            Setelah barisan abdi dalam, gamelan, dan prajurit kraton selesai. Masyarakat pun ikut serta ke dalam barisan untuk mengantarkan gamelan menuju masjid Agung. Saya langsung bergabung bersama barisan ini untuk merasakan “ emosi “ yang terjalin antara masyarakat dan Kraton. Setelah gamelan masuk ke masjid. Barisan pengiring pun bubar. Saya berjalan menuju angkringan. “ Kampung tengah” Saya minta di isi terlebih dahulu sebelum  pulang.
Image

Notes:

  1. Sekaten adalah upacara sebelum menyambut Maulud Nabi Muhammad SAW. Jika tertarik berkunjung. 1 bulan sebelum Maulud biasa nya pasar mala mini sudah ada
  2. Siapkan uang kecil, banyak makanan dan hiburan rakyat yang bisa kita saksikan disini

    3. Jika ingin mencari makanan ringan yang menjadi ciri khas Yogya. Bisa ditemukan di pasar malam ini

 

Image

 

Image

 

Image

 

Image

 

Image

 

Image

 

Image

 

Image

Advertisements

14 thoughts on “Pasar Malam Sekaten Yogyakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s