Yuk Ke Prambanan

            “it is too expensive..” Gerutuan dari bule di depan saya terdengar dengan jelas saat  mengantri di depan pintu masuk. Pasangan bule yang kira-kira berumur 40 tahun terus saja menggerutu sampai mereka keluar dari pintu security check. Ingin rasa nya saya menyampiri dan mengucapkan “ Hello. Welcome to Indonesia “. Dari pintu masuk, saya berjalan sembari mengikuti tanda yang ada hingga bertemu degan pelataran besar.  Dari sini, saya terus berjalan sampai  bertemu dengan tangga batu yang akan menghubungkan saya dengan sebuah komplek Candi. Saya akan menuju ke komplek tersebut.  Image

            Ada sebuah legenda yang menceritakan proses berdiri nya candi ini. Pada zaman dahulu Bandung Bondowaso mempunyai kekuatan supranatural dan ingin mempersunting putri Roro Jonggrang. Untuk itu dia harus membuat candi dengan seribu arca didalamnya dalam waktu satu malam. Permintaan tersebut dipenuhi oleh Bandung Bondowoso, namun Roro Jonggrang curang sehingga pada saat yang ditentukan candi itu belum selesai, kurang sebuah arca lagi. Bandung Bondowoso  marah dan mengutuk putri Roro Jonggrang menjadi pelengkap arca yang keseribu.Image

            Legenda  diatas mengisahkan mengenai asal muasal dari candi Prambanan. Candi yang berada di Provinsi DI Yogyakarta ini di dirikan oleh Rakai Pikatan dari Dinasti Sanjaya.  Di dalam komplek candi ini terdapat 3 candi besar. Candi ini adalah candi Visnu/ Wisnu, Shiva/Siwa, dan Brahma. Candi-candi besar ini memiliki konsep Tri Murti. Dewa Wisnu sebagai pemelihara, Dewa Siwa sebagai sang perusak dan Dewa Brahma sebagai Pencipta. Letak dari candi-candi ini berurutan  dalam satu garis lurus.  Dari Utara urutan tersebut  adalah Wisnu,Siwa dan Brahma.

Image

            Dari tangga penghubung. Mulailah saya menelusuri komplek candi. Candi pertama yang saya datangi adalah candi  Brahma .Saya menaiki tangga terjal untuk menuju pintu masuk dari Candi. Namun langkah saya terhalang oleh pasangan tamu asing dari Jepang. Mereka sibuk mengabadikan detail detail pahatan yang berada di dinding candi. Setelah mereka selesai dengan kesibukan nya barulah saya bisa masuk kedalam ruangan yang ada di dalam candi Brahma ini. Di dalam candi Brahma ini terdapat patung dewa Brahma/ dewa pencipta alam yang berkepala empat. Hanya sebentar waktu saya habiskan di dalam candi Brahma, karena pengunjung candi terutama tamu asing memenuhi bagian dalam.Image

            Dari Candi Brahma, rencananya saya akan mengunjungi candi Siwa. Di dalam candi ini  terdapat patung dari Roro Jongrang. Namun, karena gempa Yogyakarta yang terjadi pada tahun 2006.Candi Siwa mengalami kerusakan yang parah. Akibat nya, Candi Siwa di tutup dengan tujuan untuk merenovasi candi. Balik kanan adalah pilihan yang tepat.Image

            Dari Candi Siwa, saya menuju ke Candi Wisnu. Letak candi ini berada di selatan dari candi Siwa. Di dalam candi terdapat patung dewa Wisnu. Patung ini digambarkan mempunyai 4 tangan dan memiliki peralatan pemukul.  Pengap nya ruangan langsung menyambut. Tamu-tamu asing terlihat sibuk mengabadikan keindahan detail dari pahatan ini. Langsung saya bergabung dengan keriuhan mereka. Harapan saya adalah bisa mencuri curi dengar penjelasan dari pemandu yang ikut bersama mereka. Sayangnya mereka menggunakan bahasa Prancis. Bukan menggunakan bahasa Inggris. Keberuntungan belum berpihak kepada saya.Image

            Saat saya berada di pelataran besar komplek candi ini. Mata saya melihat relief–relief yang sangat menarik. Kebetulan, di dekat saya berdiri ada seorang guide pemanduyang sedang beristirahat. Rombongan tamu yang dibawa nya sedang memotret detail pada candi Wisnu.  Saya bertanya “ Ini relief apa pak”. “Ini relief yang menceritakan tentang Kresnaya. Jika kamu ke candi Brahma dan Siwa, di sana terdapat relief-relief yang menceritakan Ramayana”.  “ Waw”. Hanya itu yang bisa saya ucapkan. Ternyata, pada zaman dahulu pemahat pemahat ini sudah bisa menuangkan cerita epos besar ini kedalam bentuk pahatan yang menjadi bagian detail dari candi-candi ini.

Image

            Dari melihat detail-detail kisah Kresnaya. Saya menuju candi kecil yang berada di depan candi Siwa. Candi kecil ini bernama Candi Nandi. Di dalam candi ini, terdapat patung lembu Nandi. Patung lembu ini adalah kendaraan Siwa. Kebetulan, saat saya sedang berada di dalam candi. Ada tamu dari Bali yang sedang berdoa di dalam. Mereka terlihat khusuk saat berdoa,  langsung saja saya mengurungkan niat untuk berlama lama di dalam candi. Sungkan rasa nya bagi saya untuk menggangu saat sakral antara manusia dan pencipta Nya.

Image

            Tanpa terasa, sudah semua komplek candi ini saya datangi. Matahari pelan-pelan  mulai turun kembali keperaduan.. Saya pun menuju pintu keluar untuk menuju halte trans Yogya. Saat nya kembali ke Yogya.

Image

Notes :

  1. Harga tiket masuk Rp 25.000 untuk masuk ke dalam candi ini. ini adalah harga bagi pengunjung lokal di hari Senin sampai Jumat. Untuk harga tiket bagi tamu asing. Silahkan bertanya dengan bule yang menggerutu di depan saya.
  2. Gunakan topi. Sinar matahari yang terik di pelataran candi ini akan menyebabkan kepala pusing jika terbiasa
  3. Untuk menuju ke komplek candi ini, Bisa dengan trans Yogyakarta ataupun dengan kendaraan pribadi. Halte Trans Yogya berada dekat dari pintu masuk candi.
  4. Jangan memanjat di candi. Candi ini adalah kawasan suci bagi pemeluk agama Hindu. Penting bagi kita untuk menghormati tempat ini.
  5. Jika tertarik, kita bisa membeli oleh oleh khas dari tempat ini. Tiruan dari candi Prambanan dan topeng topeng yang dipahat oleh pengrajin dapat kita temukan di sini.

Image

Advertisements

6 thoughts on “Yuk Ke Prambanan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s