Perjalanan Rempakem Menggapai Puncak Dewata

                Jam di tangan menunjukkan pukul 23.30 WIB, saat nya saya menuju Stasiun Solo Jebres. Menuju Malang. Kali ini, saya akan berangkat menuju titik tertinggi di pulau Jawa. Semeru.

            Sembari menunggu kedatangan kereta api Matarmaja yang akan mengantar saya menuju kota Malang.  Terus terbayang di kepala saya mengenai keindahan dan kesakralan Gunung Semeru. Terbayang bening nya Ranukumbolo,seru nya tanjakan cinta,keindahan savana oro-oro ombo dan masih banyak lagi. Tidak sabar rasa nya untuk menjejakkan kaki di Semeru

            Pukul 01.00 WIB, tiba lah kereta Matarmaja. Matarmaja adalah kereta ekonomi yang berangkat dari Jakarta dengan tujuan Malang.  Dibutuhkan waktu sekitar  7 jam dari Solo menuju Malang. Pelan namun pasti, kereta api ekonomi Matarmaja menembus gelap nya malam.

            Pukul 08.00 WIB, tiba lah saya  di Malang. Begitu kereta berhenti. Saya langsung mencari rombongan dari Jakarta. Yang satu kereta namun berbeda gerbong. Yap, ini lah alasan  kenapa saya menggunakan kereta api dari pada bus. Untuk memudahkan saya bertemu dengan sahabat-sahabat. Setelah bertemu, kami harus menunggu sebentar. Menunggu rombongan dari Surabaya dan kota Malang. Tidak lama menunggu, tibalah rombongan terakhir. Melepas rindu sejenak. Perjalanan dilanjutkan kembali menuju menuju Pasar Tumpang. Pasar Tumpang adalah meeting point menuju Semeru. Di sinilah kita bisa naik jip ataupun truk sayur yang nanti nya akan mengantar kita menuju Semeru.

            Lama perjalanan dari Stasiun Malang, menuju Pasar Tumpang. Menghabiskan waktu sekitar 1 jam. Sesampai nya di Tumpang. Sembari menunggu jemputan. Saatnya membeli logistik. Packing ulang keril, dan tentu saja ajang narsis- narsisan. Foto-foto bersama keril yang sudah penuh terisi logistik. Kami adalah rombongan rempakem. Remaja Pecinta Kemping

            Tidak lama kemudian,tibalah jip yang kami tunggu. Keril-keril yang penuh dengan muatan logistik, di susun di atas atap jip ini. Mengatur posisi nyaman. Berangkatlah rombongan team hore ini menuju Semeru.. Namun, sebelum tiba di Ranu Pane, saya akan berhenti sebentar di desa Gubuk Klakah,untuk  mengurus izin pendakian. Setelah semua urusan administrasi selesai. Perjalanan menuju Ranu Pane, di lanjutkan kembali.

            Selama menuju Ranu Pane, kita akan terus terkagum dengan keindahan alam dan keramahan masyarakat  Indonesia. Hamparan kebun apel, sapaan ramah wanita-wanita petani yang berada di lereng Semeru, serta keceriaan anak-anak yang mencoba mengejar jip .Memberikan kesan tersendiri bagi saya.

            Pukul 16.00, tibalah di Ranu Pane . Kembali melapor,dan check kembali logistik,  serta perlengkapan pendakian. Setelah semua beres, saya memilih  tidur sebentar. Untuk mempersiapkan perjalanan menuju Semeru.

            Pukul 19.00 WIB. Di mulai lah perjalanan rempakem menuju Semeru, Sebelum berjalan, kami berdoa dahulu.Agar ALLAH SWT memberikan perlindungan bagi kami.Head lamp di hidupkan, atur posisi siapa sweeper dan siapa leader. Mulailah kaki ini melangkah menembus gelap nya hutan menuju Ranukumbolo. Berjalan dan terus berjalan. Sembari menikmati suara jangkrik dan suara makhluk malam lain nya.1,5 jam kemudian. Tiba lah saya di Pos 1.

            Saat nya buka keril dan istirahat. Segelas kopi  dan makanan kecil di hidangkan. Hilang sudah semua beban pikiran, karena candaan dan obrolan yang kami lakukan di sini.  Setelah cukup beristirahat. Perjalanan kembali di lanjutkan. Suara “ngik” dari gesekan antara tali keril dan pundak saya berbaur dengan suara “ hah”  dari napas saya yang mulai berat. Pelan-pelan jalur berubah menjadi tanjakan.   Namun, perjalanan ini tidak terasa melelahkan. Karena sepanjang perjalanan, sahabat-sahabat saya terus bercanda. Tanpa terasa tibalah di pos 4. Jam  tangan saya  menunjukkan pukul 00.30. Meluruskan kaki adalah pilihan yang bijak. Sembari meluruskan kaki, kembali saya membuka keril. Segelas kopi panas dan makanan ringan kembali terhidang. Saat istirahat, salah satu sahabat saya, secara tidak sengaja. Melihat ke arah kiri dari pos 4. Tiba-tiba saja dia menjadi heboh, menarik-narik baju sahabat saya yang berada di dekat nya. Kehebohan ini terus berlangsung

            Serempak kami melihat kearah kiri. Kebetulan, dalam perjalanan menuju Ranukumbolo ini, bulan purnama menemani perjalanan kami. Sehingga bayangan dengan mudah nya kami lihat. Sahabat saya melihat sebuah bayangan yang besar . Bayangan ini berwujud seperti danau yang sangat luas. Begitu melihat bayangan tersebut. Saya dan sahabat-sahabat yang lain langsung berteriak  “RANUKUMBOLO”. Rasa lelah yang hinggap di badan ini. Tanpa terasa, hilang semua. Ternyata, sudah setengah perjalanan yang kami lalui. “SEMANGAT”  itu yang terlintas di pikiran saya saat itu. Langsung saya packing kembali gelas kopi dan kompor yang tadi digunakan.  Dan berjalan menuju Ranukumbolo.

            Ranukumbolo adalah  sebuah danau yang berada pada ketinggian 2400 mdpl dengan luas kurang lebih 12 hektar.Di sini, kita dapat  memancing ikan,dan camping. Terdapat rumah dari kayu yang bisa di gunakan sebagai tempat untuk meneduh. Begitu tiba di danau, saya langsung mendirikan tenda,  sedangkan sahabat yang lain memasak logistik. Saat nya makan besar. Setelah makan, saya memilih masuk kedalam tenda. Tidur.

            Pagi hari nya, di bangunkan oleh berisik nya sahabat saya yang terus berteriak “ Sun rise”, “ sun rise “. Kami pun keluar dari tenda, di depan saya . Di sajikan dengan indah nya. Matahari terbit.Danau dan matahari yang terbit. Sungguh kombinasi yang sangat pas.  Hilang sudah penat yang mendera. Saat nya kembali masak. Karena Ranukumbolo bukan lah akhir dari perjalanan.  Setelah makan, langsung kembali mengemas  barang-barang. Tujuan selanjutnya adalah  Kali Mati.

            Dalam perjalanan menuju Kali Mati ini, ada sebuah tantangan yang diberikan oleh Semeru. Tantangan ini dikenal dengan sebutan tanjakan cinta. Tanjakan  cinta adalah sebuah tanjakan dengan panjang kurang lebih 150 meter dengan kemiringan 45 derajat. Kenapa di namakan tanjakan cinta?. Konon kabar nya apabila kita berhasil  mendaki di tanjakan ini tanpa berhenti dan melihat  kebelakang. Maka keinginan kita terkabul. Keinginan tersebut berupa mendapatkan cinta/jodoh.  Untuk melaksanakan ritual. Saat menanjak. Kita disarankan untuk  menyebutkan di dalam hati nama orang yang ingin kita jadikan pacar/pasangan hidup. Jika kita berhasil melewati tanjakan ini, biasa nya keinginan tersebut terkabul. Dan. Tiba-tiba rombongan rempakem menjadi serius. Tiada canda saat kami mendaki tanjakan ini.

            Setelah melewati tanjakan cinta. Saya disambut oleh  padang savanna yang dikenal dengan sebutan  Oro-Oro Ombo. Padang savana ini sangat luas.Saya seolah olah berada di dalam film Lord of The Ring. The Return of the King.  

            Berjalan dan terus berjalan. Jam di tangan telah menunjukkan pukul 17.30 WIB. Tibalah saya di kawasan Kali Mati. Kawasan ini berada di ketinggian 2700 mdpl. Kali mati  merupakan tempat ideal untuk mendirikan tenda. Terdapat mata air,  yang bernama sumber mani di dekat Kali Mati ini. Namun,  karena debit air yang kecil. Terutama saat musim kemarau. Di sarankan agar menjadi sabar menunggu saat mengambil air            . Saatnya mendirikan tenda. Kembali logistik dibongkar.  Makan besar  adalah pilihan saat ini.  Setelah makan, saat nya tidur. Karena dini hari  saya  akan bergerak untuk summit attack.

            Pukul 01.30, berangkatlah kami menuju summit attack. Dengan membawa daypack yang sebelum nya telah diisi dengan makanan ringan plus air minum. Di mulai lah perjalanan menuju puncak Jongring Seloka. Berjalan dan terus berjalan. Dan kali ini, perjalanan sangat menantang. Kencang nya hembusan angin Semeru dan dingin nya suhu. Menemani perjalanan. Pelan-pelan kontur mulai berubah.  Tanjakan terjal mulai mendominasi perjalanan. Napas yang berat dan betis yang mulai “ berteriak” menambah nikmat perjalanan menuju puncak. Sekitar 1 jam dari Kali Mati, tibalah saya di kawasan yang di kenal dengan nama Arcopodo, kawasan ini adalah batas vegetasi terakhir menuju lautan pasir Puncak Semeru.

            Dari Arcopodo ini lah sebenar nya perjalanan paling berat menuju Puncak. Terutama bagi saya. Kenapa begitu? Karena pasir gunung yang gembur akan menjadi jalur pijakan. Karena badan saya yang berat. Alur nya akan menjadi naik 1 turun 4. Naik 1 langkah dan turun 4 langkah. Saya bukan berjalan lagi. Namun, merangkak.

            Pelan namun pasti. Saya terus berjalan dan berjalan. Namun, malang nya. Betis saya tidak bisa lagi menahan berat nya perjalanan ini. Tiba-tiba saja betis saya ketarik. Memutuskan turun adalah pilihan yang terbaik, saya berteriak ke sahabat saya “ Gw turun”. Baru saja saya berjalan 2 langkah. Saya langsung terguling-guling. Saya Jatuh. Sahabat-sahabat saya langsung panik dan mengejar saya. Tuhan masih sayang dengan saya. Sebuah tebing menahan laju tubuh saya. Jika tidak ada tebing. Mungkin akan tinggal kisah saja perjalanan team rempakem ini.

            Setelah  saya jatuh. semua sahabat saya memutuskan turun. Padahal, puncak tinggal 100 meter lagi.  Saya langsung teringat obrolan di Kali Mati, sebelum berangkat summit attack. “ Puncak itu bonus”. Saya bangun, dan membersihkan pasir yang menutupi mulut, hidung, dan telinga.  Saya kembali ke Kali Mati.  Untuk  istirahat sebentar, memulihkan kondisi.

            Setelah pulih, kami membereskan barang barang. Masak sebentar, agar  perut tidak keroncongan.  Kami bergerak menuju Ranukumbolo, untuk menghabiskan waktu di danau ini. Saat nya camping ceria.

Notes:

  1. Untuk menuju Malang dapat dengan beberapa cara:
    1. Dari Yogya menggunakan Pramex menuju Solo,
    2. Dari Solo Balapan bisa naik becak atau jalan kaki menuju Solo jebres dan membeli tiket Matarmaja menuju Malang seharga  Rp 50.000
    3. Menggunakan bus dari Yogya tujuan Malang, harga tiket bervariasi dari Rp 70.000 sampai Rp 100.000
    4. Dari jakarta, dapat mengunakan bis atau pun menggunakan kereta api ekonomi Matarmaja dengan harga tiket Rp 70.000
  2. Menuju Tumpang dapat dengan nyarter mobil yang berada di stasiun dengan harga Rp 70.000 sampai Rp 100.000 apa bila membawa barang yang banyak ataupun rombongan, atau pun naik angkot jurusan Tumpang
  3. Untuk perizinan, biaya total sekitar Rp 20.000 di bayar di desa Gubuk Klakah. Sudah termasuk asuransi
  4. Untuk biaya jeep, tergantung negosiasi. Biasa nya harga jeep sekitar Rp 1.000.000 PP  bisa di akalin dengan iuran sesama teman. Atau jika memiliki waktu yang banyak dapat menggunakan truck sayur dari Tumpang
  5. Persiapkan logistik selama pendakian.Normal nya Semeru PP 4 hari. Namun apa bila ingin berlama lama di sana, siapakan logistik untuk lama nya waktu di sana
  6. Air tawar dapat di ambil di kawasan Ranukumbolo,untuk kawasan KaliMati, air tawar hanya terdapat di kawasan Sumber Mani, debit nya sangat kecil. Disarankan untuk sabar
  7. Bawa perlengkapan pendakian yang lengkap.Terutama jaket,sepatu dan sarung tangan. Karena cuaca di kawasan Semeru ini yang ekstrim. Untuk antisipasi. Persiapkan dengan matang
  8. Jangan buang sampah sembarangan. Bawa sampah sisa makan. Dan jaga keasrian gunung. Gunung bukan tempat sampah raksasa.
  9. Jangan lupa berdoa, dan nikmati perjalanan.

Image

ImageImage

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Advertisements

10 thoughts on “Perjalanan Rempakem Menggapai Puncak Dewata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s