Pasar Terapung Lok Baintan

           Pukul 14.00 WITA, mendarat lah saya di Banjarmasin, ibukota dari Provinsi Kalimantan Selatan. Kota yang di kenal dengan julukan  kota Seribu Sungai. Setelah mengambil tas , mengisi perut yang sudah lapar, serta  mensurvei beberapa list  hotel yang ada  via telepon. Segeralah saya menuju ke kota Banjarmasin. Perjalanan dari Bandara menuju ibu kota membutuhkan waktu sekitar empat puluh menit. Karena Bandara berada pal ( dalam bahasa awam nya  di kenal dengan nama km ) 26. Serta berada di Kabupaten Banjar Baru. Sedangkan pusat kota Banjarmasin berada di pal 1.

Kota Banjarmasin dan sekitar nya,pada saat kedatangan saya mengalami kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM). Di sepanjang SPBU yang berada di jalan penghubung antara Banjarbaru dan Banjarmasin, banyak di temui antrian kendaraan yang ingin mengisi bensin dan solar. Entah itu murni ingin mengisi  atau ingin menjual kembali sebagai  eceran. Hanya Tuhan yang tahu. Image

            Mengambil penginapan di sekitar kawasan Jalan Ahmad Yani Pal 1. Merupakan pilihan yang tepat. Berdasarkan obrolan singkat dengan supir taksi yang mengantarkan saya. Jalan Ahmad Yani Pal 1 dekat dengan tempat makan dan juga dekat dengan Bank. Sehingga saya bisa mengambil uang, jika uang tunai  sudah menipis. Setelah meletakkan ransel dan  membersihkan badan. Saya memilih keluar dari penginapan dan  menyusuri jalan Ahmad Yani Pal 1, ternyata apa yang di katakan supir taksi tersebut benar. Terdapat  berbagai macam warung kali lima yang menjual soto Banjar, nasi kuning, haruan bakar, bahkan masakan Jawa Timur seperti soto ayam Lamongan pun ada. Setidak nya, untuk urusan “kampung tengah”  aman.Image

            Setelah makan, tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 Wita. Kembali ke penginapan adalah pilihan yang tepat, karena esok adalah hari yang panjang. Sebelum tidur, saya menghubungi pak Madi. Beliau adalah pemilik  klotok ( perahu bermesin ) yang siap mengantarkan saya mengunjungi obyek wisata yang terkenal di Banjarmasin. Pasar Terapung Lok Baintan. Pak Madi mengatakan saya harus sudah bangun pada pukul 04.00 Wita, karena klotok yang akan mengantarkan saya menuju pasar terapung membutuhkan waktu satu jam perjalanan dari Banjarmasin.Image

            Pasar Terapung Lok Baintan ini berada Sungai Lok Baintan salah satu anak sungai Martapura, dan masuk dalam wilayah Desa Sungai Pinang, Kec. Sungai Tabuk, Kab. Banjar – Kalimantan Selatan. Secara umum pasar terapung ini sama dengan pasar terapung yang berada di Kuin, Muara Sungai Barito. Namun, saat ini pasar terapung Lok Baintan lebih ramai oleh  transaksi ekonomi yang di lakukan di atas perahu. Sedangkan di  Kuin sudah terdapat pasar di darat. Sehingga transaksi ekonomi yang berlangsung di atas air. Tidak terlalu ramai.Image

            Pukul 04.00 WITA, alarm pun berbunyi. Bergegas saya mandi dan mempersiapkan tas. Mencari ojek adalah pilihan pertama . Saya harus bergegas, Karena sudah ditunggu  Pak Madi di depan pelabuhan Mesjid Raya. Selain kelangkaan BBM, saat saya datang di Banjarmasin mengalami musim hujan. Dan biasanya subuh adalah waktu hujan turun. Sehingga mencari tukang ojek pada subuh hari adalah hal yang sulit.Image

            Hampir pukul 05.00 Wita saya baru tiba di pelabuhan di depan mesjid Raya. Saya pun di sambut oleh senyum beliau. “Susah ya?” kata nya. Perahu yang akan menyusuri sungai sudah di siapkan oleh beliau. Naik ke perahu, mesin di hidupkan. Dimulai lah perjalanan  menyusuri Sungai Martapura. Di dalam perjalanan menuju pasar terapung,  pemandangan kehidupan di pinggir sungai sangatlah menarik. Penduduk sekitar yang mulai bangun untuk melaksanakan ibadah sholat subuh, ibu-ibu yang mendayung sampan mereka menuju Sungai lok Baintan, dan anak anak yang mandi di pinggir sungai.Image

            Pasar Lok Baintan, menjual hasil hasil bumi. Beras, sayur mayur, buah buahan, dan  jajanan pasar. Pak Madi mengatakan bahwa Januari dan Februari adalah musim durian di sini. Para penjual akan mengganti hasil bumi yang biasa mereka jual dengan durian. Perahu-perahu tersebut akan penuh oleh durian.  “ Sayang sekali sudah lewat”, ujar saya. Kapan lagi saya bisa mendapatkan durian dengan harga murah dan berpesta  di atas sungai? Harga yang di tawarkan pun tidak mahal. Mereka menjual sekitar Rp 5.000 sampai dengan Rp 10.000 per buahImage

            Setelah satu jam ber perahu. Tibalah saya di kawasan Lok Baintan. Pasar  ini di mulai dari pukul 06.00 WITA sampai dengan pukul 08.00 WITA. Jika barang-barang yang mereka jual tidak habis. Maka mereka akan mendayung sampan untuk kembali  ke kota. Di sana mereka menjual hasil bumi tersebut. Mayoritas penjual disini adalah  perempuan. Perempuan-perempuan perkasa ini mendayung sejak subuh  dari berbagai desa di sekitar sungai Martapura  dan menjual hasil bumi mereka di Lok Baintan. Menurut Pak Madi ada aturan tidak tertulis bagi masyarakat yang tinggal di tepi sungai ini. Para Wanita nya berjualan di pasar. Dan para lelaki nya bertani dan menjadi nelayan  di sungai. Emansipasi sudah menyentuh tepi sungai Martapura ini.

            Di sambut dengan perahu-perahu yang membawa hasil hasil bumi yang segar. Memberikan suasana tersendiri bagi saya. Perahu-perahu hilir mudik. Menawari jajanan pasar,jeruk, dan pisang. Tiba tiba muncul keinginan untuk mencoba jeruk Kalimantan yang terkenal manis itu. Cukup dengan duit Rp 10.000  lima buah jeruk Kalimantan sudah berpindah tangan. Tidak sabar saya ingin mencoba nya. Ternyata benar, jeruk nya manis dan segar. Para pedagang yang berasal dari Banjarmasin juga sering belanja di pasar ini dan di jual kembali ke Banjarmasin, saya rasa hal ini wajar. Karena hasil bumi yang mereka jual segar segar.

            Di sini terdapat sekitar 300 jukung atau  perahu yang setiap hari silih berganti menjajakan dagangan mereka. Pasar ini akan ramai pada hari Sabtu dan Minggu. Dan unik nya lagi di pasar ini, mereka masih memakai sistem barter. Sesama pedagang menukarkan barang dagangan mereka  satu sama lainImage

            Tanpa terasa sudah pukul 08.00 WITA, dan pelan pelan. Perahu perahu yang tadi nya memadati sungai mulai berpisah satu persatu. Ada yang ke hulu dan ada juga yang ke hilir. Saya kembali menuju Banjarmasin bersama pak Amat  menuju destinasi selanjut nya.

 

 

 

 

 

Notes:

  1. Carilah penginapan di sekitar jalan Ahmad Yani Banjarmasin. Karena di jalan ini, banyak pilihan makan nya. Rata rata penginapan di Banjarmasin Rp 160.000 kamar standar. Banyak terdapat hotel di kawasan ini. Karena Jalan Ahmad Yani ini merupakan jalan Protokol di Banjarmasin
  2. Menggunakan ojek dari hotel menuju Pelabuhan klotok di Mesjid Raya, bisa di negosiasikan. Bertanya lah dahulu sebelum hendak naik ojek. Harga ojek berkisar Rp 10.000 sampai Rp 15.000, jarak dari Jalan Ahmad Yani menuju pelabuhan mesjid raya kira kira 1 km.
  3. Untuk menuju ke pasar terapung ini, bisa lewat jalan darat. Namun jalan darat tidak di sarankan. Karena ada ruas jalan yang belum terhubung. Akan lebih menarik jika kita menggunakan Klotok dari Banjarmasin. Bisa menghubungi Pak Madi di 081348766573. Beliau pemandu klotok yang handal dan guide yang ramah. Tarif kapal klotok ini RP 250.000,-
  4. Untuk  melihat pasar ini,di karenakan pada pasar akan di mulai pada pukul 06.00 WITA, klotok akan berjalan pada pukul 05.00 WITA, maka kita harus bersiap siap pukul 04.30 WITA. Karena jika kita telat. Maka kita tidak akan mendapatkan pemandangan matahari terbit di atas sungai Martapura.
  5. Buah  buahan dan jajanan pasar yang mereka tawarkan sangat menggiurkan. Mereka tidak menjual nya dengan mahal. Cukup dengan Rp 10.000 kita bisa mendapatkan buah buahan  dan jajanan pasar.
  6. Setelah puas menikmati  pasar terapung yang ada di kawasan Lok Baintan ini, dalam perjalanan pulang menuju Banjarmasin kita dapat singgah sebentar di rumah makan terapung yang menjajakan Soto Banjar. Suguhan yang sangat nikmat.

 

 

Advertisements

5 thoughts on “Pasar Terapung Lok Baintan

  1. pasar tradisional nya hebat sekali….
    warna hijau segar yang dibawanya benar-benar melantunkan kalimat syukur yang khidmat…
    duh duh…
    itu makanan tradisional yang dihantar jajanan apung itu sangat menggoda selera….
    sungguh menyenangkan mengikuti perjalanannya…
    ditambah tipsnya sangaaat berharga!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s