Yuk singgah sebentar ke Pantai Tanjung Kelayang

           Dari Pantai Tanjung Tinggi, perjalanan saya lanjutkan kembali. Saya menuju ke sebuah pantai yang terletak sekitar 30 menit  dari Pantai Tanjung Tinggi. Pantai tersebut dikenal dengan nama Pantai Tanjung Kelayang. Pantai Tanjung Kelayang merupakan pintu masuk menuju pulau- pulau kecil yang ada di Belitung.Pulau lengkuas, pulau burung dan pulau pasir adalah beberapa pulau yang bisa dikunjungi dari Tanjung Kelayang. Di sini terdapat perahu-perahu yang bisa di sewa untuk menuju ke gugusan pulau tersebutImage

            Saat kedatangan saya, matahari bersinar dengan sangat terik nya. Dan angin laut,yang biasa nya bertiup sepoi-sepoi juga tidak berhembus. Namun, godaan untuk menyusuri pasir putih di pantai ini tidak bisa ditolak. Sepertinya pasir di pantai Pulau Belitung  memiliki keunikan tersendiri. Masing-masing pantai memiliki tekstur pasir yang berbeda. Seperti  di pantai Tanjung Kelayang, pasir pantai ini adalah pasir yang halus, berjalan di atas pasir pantai ini seolah-olah sedang berjalan di atas permadani. Sedangkan tekstur yang berbeda akan kita temukan di pasir Pantai Tanjung Tinggi,di Tanjung Tinggi pasir pantai  bercampur dengan sedikit tanah liat.Image

            Saya berjalan kearah kiri dari pantai ini, saya melihat dua orang nelayan yang sedang memperbaiki perahu. Mereka sedang mengecat perahu dan menghilangkan kerang-kerang yang berada di dasar kapal. Kedua nelayan ini bercerita kepada saya bahwa pantai Tanjung Kelayang ,saat Sail Bangka-Belitung di jadikan sebagai tempat berlabuh nya yacht dan kapal yang ikut di dalam sail tersebut.  Alasan pemilihan pantai ini sebagai tempat berlabuh adalah hal yang tepat. Karena kedalaman bibir pantai saat surut sekitar 3 meter.  Sehingga kemungkinan kapal ataupun yacht untuk kandas sangat kecil.Image

            Selain tempat menambatkan kapal, pantai Tanjung Kelayang ini juga memiliki keunikan tersendiri.  Jika kita melihat kedepan, kita akan melihat sebuah susunan batu granit yang berbentuk seperti kepala burung. Batu ini di kenal dengan nama batu garuda. Tidak ada yang tahu siapa yang menyusun batu-batu tersebut. Kembali, tangan-tangan tidak tampak terlibat di dalam penyusunan lanskap pulau Belitung ini.Image

             Indah. Hanya itu yang terlintas di kepala saya saat menyaksikan keindahan dari pantai ini. Bukan saya saja yang berpendapat begitu. Sebelum saya datang ke pantai ini,  terlebih dahulu telah datang seorang petualang dari Jerman. Sang petualang ini sudah lego jangkar sekitar 4 bulan di pantai ini. Alasan kedatangan nya adalah saat Sail Belitung yang lalu, seorang teman nya yang berasal dari Jerman menceritakan mengenai  keindahan pulau ini. Di dorong rasa penasaran, dia berangkat menggunakan kapal layar dari Jerman. Mengarungi Samudra Hindia lalu terus ke selat Malaka dan akhirnya untuk mencapai pulau Belitung. Setelah tiba, dia  menikmati waktu singgah nya untuk sekedar menikmati keindahan dan keramah tamahan dari pulau ini.  Sayang nya, cerita ini saya dapat dari para pekerja kapal, bukan langsung dari mulut pelaut berani ini. Hanya kapal nya saja yang bisa saya lihat  sedang lego jangkar.Image

            Menurut para nelayan di Tanjung Kelayang ini, sudah biasa orang-orang asing. Para pelayar ini datang ke pulau Belitung. Untuk sekedar beritirahat ataupun memperbaiki kerusakan kecil dari kapal mereka. Setelah dari Belitung, para pelaut ini akan melanjutkan perjalanan menuju Bali, Pulau Komodo, Manado, Ataupun langsung ke Australia.Image

            Dan dari obrolan dengan para nelayan ini, saya juga mendapatkan informasi bhwa sekarang harga kapal untuk menuju pulau-pulau kecil sudah naik. Seiring dengan naik nya harga BBM. Pihak pemangku kebijakan, memutuskan bahwa kapal-kapal nelayan dan kapal wisata tidak mendapatkan BBM subsidi, mereka harus menggunakan BBM subsidi. Ah, ironi di negara kepulauan. Kita melupakan laut sebagai halaman depan “rumah” kita dan lebih memilih daratan sebagai halaman utama “rumah” kita.Image

            Tidak terasa, pelan-pelan matahari pun mulai bergeser. Sudah saat nya saya meninggalkan pantai Tanjung Kelayang ini, untuk menikmati keindahan lain nya dari Pulau Belitung.Image

 

Notes:

  1. Harga kapal dari Tanjung Kelayang menuju pulau-pulau kecil di Belitung sekarang sekitar Rp 500.000 per sekali jalan. Tapi, kita bisa seharian menikmati indah nya pulau-pulau yang ada di dekat Tanjung Kelayang, salah satu pulau tersebut adalah Pulau Lengkuas yang terdapat mercusuar dari zaman Belanda.
  2. Kita bisa ke batu Garuda, dari pulau ini. Hanya sekiatar 10 menit menggunakan kapal dari Tanjung Kelayang ini
  3. Biasa nya, jika ingin berlayar. Sebaik nya datang pagi-pagi sekitar pukul 08.00 WIB karena saat pukul 08.00 WIB ini matahari belum panas.
Advertisements

2 thoughts on “Yuk singgah sebentar ke Pantai Tanjung Kelayang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s