Ritual Upacara Bakar Batu

 

Teriakan demi teriakan keluar dari mulut-mulut lelaki papua, busur sudah di tarik, anak panah siap di lepaskan. Pihak lawan pun tidak mau kalah. Mata mereka dengan awas nya melihat lawan yang nanti nya akan di lumpuhkan. Busur dan panah mereka pun sudah siap untuk di lepas. Suasana menjadi tegang.Akan kah terjadi pertumpahan darah di sini?.  Eit, nanti dulu. Ini bukanlah perang suku. Ini hanya lah perang-perangan antar suku yang sengaja di ciptakan dalam rangkaian upacara bakar batu.

Upacara bakar batu adalah upacara tradisional bagi suku yang mendiami pegunungan tengah Papua. Upacara ini diadakan untuk menyambut tamu agung, pernikahan, kematian, dan juga perdamaian.Upacara ini adalah upacara sakral bagi masyarakat di pegunungan Tengah Papua. Upacara bakar batu kali ini berkaitan bertemakan perdamaian. Setelah “perang” suku, Kedua belah pihak yang bertikai berdamai dan mengadakan upacara.

Di dalam upacara bakar batu, menu utama nya adalah babi. Nanti nya babi ini akan di bakar bersama sayur sayuran seperti hipere/ubi jalar, tirubug/daun ubi jalar. Sebelum memulai upacara bakar batu. Di persiapkan terlebih dahulu kayu bakar yang nanti nya berfungsi sebagai bahan bakar dalam upacara. Para pemuda akan mencari kayu ke dalam hutan yang masih banyak terdapat di kawasan ini. Setelah kayu siap,sayur- sayuran akan datang. Sayuran ini di bawa oleh mace- mace.

Setelah semua bahan siap, upacara selanjut nya adalah pengorbanan babi. Di dalam acara ini, babi yang  di sembelih tidak lah dengan menggunakan pisau. Namun, di panah terlebih dahulu. Yang memanah babi tersebut adalah bapak kepala suku.  Babi tersebut di panah bukan di letakkan di tanah. Namun di gendong oleh dua orang, mereka akan mengangkat babi ini. Setelah babi di angkat. Kepala suku akan melepaskan panah nya tepat ke jantung babi.

Setelah mati, babi akan di kuliti dan di bersihkan. Selagi  di bersihkan, ada sebagian yang mempersiapkan batu nanti nya akan di gunakan. Batu ini akan di bakar terlebih dahulu, kayu yang sudah di siapkan tadi akan di bakar bersama dengan batu. Di dalam upacara bakar batu, memasak makanan bukan di bakar seperti kita bakar sate atau memanggang ayam. Akan tetapi, mereka memasak seperti di kukus. Dengan menggunakan penahan panas alami berupa alang alang. Panas dari batu akan di tahan, panas ini lah yang nanti nya akan membuat sayuran dan daging ini menjadi matang.

Upacara bakar batu, dapat di katakan juga upacara gotong royong dan kebersamaan bagi masyarakat pegunungan Tengah, kenapa? Semua pihak, baik itu pria maupun wanita akan terlibat di dalam upacara ini. Sembari menunggu batu menjadi panas. Sebagian mereka mempersiapkan tempat upacara bakar nanti nya. Alang alang di susun melingkar ke dalam lubang yang telah di siapkan. Alang alang ini berfungsi sebagai filter penangkap panas. Setelah batu panas, maka batu akan di pindahkan ke lubang yang berisi alang alang tersebut.

Bahan makanan pun di susun. Hipere/ubi jalar beserta tirubug/daun ubi jalar di susun di atas alang-alang. Di atas nya di tutupi alang alang dan batu panas, lalu kembali hipere dan tirubug,  Dan alang-alang lagi serta batu panas, begitu terus susunan nya. sampai nanti nya bagian atas adalah babi. Setelah semua nya terkumpul, bagian paling atas akan di tutup dengan alang-alang. Setelah ditutup, mereka akan menunggu masakan ini matang.

Setelah 90 menit, makanan ini akan matang. Bungkusan alang-alang ini akan di bongkar. Mereka akan membagi hasil masakan ini secara merata. Bagi masyarakat, saat pembagian ini adalah saat yang paling kritis. Sebisa mungkin mereka akan membagi hasil masakan ini secara merata. Jangan sampai tidak ada yang tidak kebagian, jika tidak kebagian akan menimbulkan masalah yang pelik ke depan nya.

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Advertisements

2 thoughts on “Ritual Upacara Bakar Batu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s