Berkunjung ke Kerkof Laan

Hail Mary, full of grace, the Lord is with thee

Blessed art thou among women,

and blessed is the fruit of thy womb, Jesus.

Holy Mary, Mother of God,

pray for us sinners,

now and in the hour of our death. Amen.Image

 

Lagu Ave Maria  terus saja terngiang di telinga saya. Kematian,kehilangan, dan kesedihan silih berganti berputar di pikiran saat saya  menjejakkan kaki ke kawasan ini. Di sambut dengan tatapan  kosong patung- patung malaikat, dan nisan- nisan tua yang menjadi saksi perjalanan  negeri ini memberikan suasana yang sedikit berbeda. Dingin.Image

Sekarang saya berada di museum yang unik. Museum ini merupakan komplek pemakaman kuno/ kerkof laan yang terletak di Jalan Tanah Abang 1 Jakarta Pusat. Dahulu nya makam ini bernama Kebon Jahe Kober yang di dirikan pada tanggal 28 September 1795. Sekarang komplek ini  di kenal dengan nama sebutan Museum Taman  Prasasti. Di kawasan seluas 1.3 Ha ini terdapat 1734 koleksi prasasti. Prasasti tersebut berupa batu  nisan dari berbagai tokoh. Tokoh tokoh tersebut di anggap berjasa oleh VOC dalam bidang nya masing- masing. Bidang tersebut berupa militer, pendidikan,seniman,ilmuwan, dan rohaniawan. Beberapa tokoh tersebut di antara nya Mayjen J.H.R Koehler, Dr. W.F. Stuttherheim, Dr.H.F.Roll, dan Pieter Erberveld.  Namun di komplek pemakaman ini sebagian besar jenazahnya sudah di pindahkan. Ada yang sudah di ambil oleh keluarga mereka dan di bawa ke negeri Belanda, Ada yang sudah dipindahkan ke pemakaman di Menteng Pulo, dan ada juga beberapa yang di pindahkan ke pemakaman umum di Tanah Kusir.Image

Pada awal berdiri nya, komplek ini hanya di peruntukkan bagi para bangsawan dan pejabat tinggi Belanda pada zaman VOC. Namun, seiring berkembang nya waktu makam ini juga di pergunakan oleh mereka yang beragama Nasrani.Image

Batu nisan yang ada di sini berfungsi sebagai petunjuk siapa yang dimakamkan. Terdapat logo heraldik yang menunjukkan garis keturunan keluarga, Ada keturunan keluarga Cornelis Breekpot ( militer), Jonatan Michielsz (saudagar Portugis, mardjiker),Cornelis Lindius (agamawan gereja), Juffrow Sara Pedel (saudagar), Catharina van Doorn (anggota dewan Hindia-Belanda), dan Jacques de Bollan (anggota dewan kota Batavia). Logo Heraldik merupakan semacam lambang status sosial yang diberikan kepada suatu keluarga karena memiliki jasa-jasa tertentu.Image

            Saya membayangkan, sekitar tahun 1800 an. Seorang bangsawan Belanda meninggal lalu di adakan upacara pemakaman di sini. Pihak keluarga melepaskan orang yang di kasihi nya penuh dengan rasa kesedihan, tangisan pilu melepas kepergian jenazah. Peti mati di turunkan, liang di tutup dan patung  batu replika dari malaikat akan menjadi teman hingga akhir zaman nanti.Image

Taman Prasasti juga berfungsi sebagai taman yang nyaman. Duduk sembari berkontemplasi dan menikmati kicauan burung adalah pilihan yang menyenangkan di sini. Pohon-pohon rindang menjadi lanskap pendukung bagi taman ini. Selain batu nisan para bangsawan Belanda. Terdapat  juga nisan seorang aktifis yang dikenal dengan quote nya “ Lebih baik mati muda dari pada menyerah pada kemunafikan”.  Ya, nisan Soe Hek Gie juga terdapat di taman ini. Bagi saya pribadi, berkunjung ke sini dapat dikatakan juga sebagai ziarah spiritual.  Image

Berkunjung ke Taman Prasati ini, seperti kembali ke masa lalu. Zaman di mana Verenigde Oost Indische  Company ( VOC)  masih berkuasa di Batavia. Nisan-nisan ini seolah ingin bercerita kepada saya bagaimana dahulu nya “mereka” dan siapa “mereka”.  Image

Notes:

  1. Waktu buka dari taman ini di mulai dari hari Selasa s/d Minggu. Dan jam buka di mulai dari pukul 09.00 WIB s/d 15.00 WIB
  2. Untuk menuju taman prasasti ini dapat menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum.  Jika ingin menggunakan angkutan umum bisa menggunakan Trans Jakarta koridor 1 Blok M-Kota ataupun menggunakan mikrolet no M-08 Tanah Abang-Kota
  3. Harga tiket masuk Rp 5.000 untuk dewasa.
  4. Jangan merusak taman ini, taman ini sudah mulai penuh dengan coretan vandalisme dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Coretan-coretan tidak berguna mereka tulis ke prasasti yang ada.Image

Image

Image

Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s