Danau Segara Anak, Rinjani

     Jam tangan saya menunjukkan pukul, 05.30 WITA, ketinggian altimeter  menunjukkan 1904 mdpl. Bangun dan  keluar dari tenda untuk menikmati pagi hari adalah pilihan yang sangat tepat. Di depan saya tersaji pemandangan indah yang sangat sulit untuk di lukiskan. Danau luas di kelilingi bukit bukit berwarna hijau, anak gunung dengan gagah nya berdiri di tengah danau sembari mengeluarkan asap tipis seolah memberikan tanda “ aku masih hidup”. Dan tirai kabut tipis yang perlahan lahan disibak kan.Image

       Nuansa magis ini terjadi di Segara Anak, Gunung Rinjani. Danau yang merupakan tempat favorit bagi para pendaki untuk melepas lelah setelah melakukan perjalanan dari puncak Rinjani.

        Sedikit sejarah mengenai gunung Rinjani, gunung Rinjani merupakan gunung tertinggi ke dua di Indonesia dengan ketinggian 3.726 mdpl. Gunung ini memiliki ekosistem yang lengkap. Savana, hutan dataran tinggi, edelweiss, dan hutan dataran rendah, Selain memiliki kelengkapan ekosistem, terdapat danau yang terletak pada ketinggian 1900 an meter di atas permukaan laut. Dan pada tahun 1994 memberikan kejutan berupa keluar nya anak gunung yang dikenal dengan Gunung Baru Jari. Gunung dengan ketinggian 2236 mdpl.Image

        Untuk menuju ke danau ini,terdapat dua jalur yang biasa di gunakan. Jalur Sembalun, dan Jalur Senaru. Masing masing jalur memiliki karakteristik yang unik, Jika kita melewati jalur Sembalun. Kita akan melihat keindahan savanna yang sangat luas. Dan jika perjalanan di mulai dari Senaru. Kita akan melewati hutan rimba

          Perjalanan saya  di mulai dari desa Sembalun, selain menawarkan pemandangan yang indah.  Desa ini memiliki jalur yang lebih landai di bandingkan dengan jalur dari Desa  Senaru

  1. a.      Sembalun – Pos Pemantauan

Di Sembalun awal perjalanan saya.Saya disambut dengan indah nya padang Savanna. Setelah 3 jam perjalanan menembus Savana. Saya tiba di Pos 1, menikmati semilir angin serta beristirahat sekedar melepas lelah merupakan pilihan yang tepat karena di depan telah menunggu sebuah tantangan. Jalur yang semula landai berubah menjadi jalur yang terjal. Namun sesekali terdapat turunan yang bisa memberikan  semangat dalam perjalanan .Pos 1 ini di kenal dengan nama pos Pemantauan

  1. b.      Pos Pemantauan – Pos Tengean Atas

Perjalanan di lanjutkan kembali, dari pos Pemantauan saya berjalan menuju pos Tengean Atas, Pos ini berada diantara dua lembah. Jika kita kehabisan air tawar. Di pos Tengean Atas ini terdapat air tawar yang dapat di gunakan untuk menghilangkan dahaga kita. Lama perjalanan dari pos Pemantauan menuju Pos Tengean Atas ini, satu jam perjalanan.Pos Tengean Atas dapat di katakan sebagai pos 2. Selama perjalanan menuju pos 2 ini, kaki yang menopang badan  seperti nya sudah “ berteriak” ingin istirahat.Image

  1. c.       Pos Tengean Atas – Pos Padang Balok

Setelah 2 jam perjalanan dari pos 2, saya akan tiba di pos yang di kenal dengan Pos Padang Balok. Di sini terdapat jalur sungai yang merupakan sisa dari letusan.  Padang Balok merupakan tempat yang ideal untuk beristirahat. Kenapa ini merupakan tempat ideal? Karena dari sini. Saya akan melewati jalur yang paling menantang dalam pendakian Rinjani, jalur ini di kenal dengan nama Bukit Penyesalan. Nanti nya, saya  akan melewati 9 bukit yang bentuk nya menyerupai punden berundak-undak. Kata penyesalan itu sepertinya berasal dari pengalaman para pendaki-pendaki zaman dahulu yang telah menikmati tanjakn tersebut. Pos Padang Balok ini, dapat dikatakan sebagai pos 3

  1. d.      Pos Padang Balok- Plawangan Sembalun

Ke esokan hari nya, setelah beristirahat, di mulai lah perjalanan saya menuju  Bukit Penyesalan. 4 jam perjalanan yang penuh perjuangan. Antara kaki dan otak sudah mulai terbentuk konflik, kaki sudah ingin menyerah namun otak berkata “terus, terus. Kamu bisa”. Ujung dari perjalanan berat ini adalah  sebuah bukit yang bernama  Puncak/Plawangan Sembalun. Dari puncak Sembalun ini saya terus berjalan,setelah 5 menit berjalan. Saya akan bertemu dengan persimpangan. Jika saya ingin menikmati Puncak Rinjani, saya akan  lurus. Dan jika ingin ke Segara Anakan, saya ambil jalan ke kanan.

  1. e.       Puncak Sembalun – Segara Anakan

Saya mengambil jalur ke kanan,dan menuruni jalur yang curam,Bukit bukit batu  menemani saya. Didalam perjalanan,kadangkala kita harus menggunakan tangan untuk menggapai batu yang ada. Kondisi jalur yang berkabut tipis, agak menyulitkan saya membaca jalur. Namun, ini hanya lah bagian kecil dari petualangan. Karena nanti nya di depan sudah menunggu bonus yang sangat indah.  1 jam 30 menit waktu yang saya habiskan menuruni jalur ini, Pelan pelan kabut tipis pun mulai hilang. Dan di depan saya. Terpampanglah sebuah keindahan alam yang luar biasa.  Danau  Segara Anak. Danau indah yang merupakan saksi dari kegiatan vulkanis Rinjani.

 Image

Tiba tiba saya berlari menuju tepian danau.Penat,letih,marah yang tadi nya menumpuk,langsung menguap. Petualangan ini sudah terbayarkan. Mendirikan tenda, dan segera memasak air panas. Adalah kegiatan yang saya lakukan. Minum segelas kopi panas dengan latar belakang Danau indah ini.  Nikmat apa lagi yang bisa saya sangkalkan.

Danau Segara anakan, merupakan tempat yang sangat ideal untuk berkemah, selain berkemah, ada kegiatan lain yang bisa saya lakukan. Di sini saya  bisa  memancing ikan, banyak terdapat ikan mas dan ikan karper di danau. Cukup dengan menggunakan nilon dan kail,maka ikan bakar nanti nya akan bisa dinikmati. Selain itu di danau ini terdapat sebuah anak gunung yang di kenal dengan nama Gunung  Baru jari. Pada tahun 1994 anak gunung ini mengenalkan diri nya ke publik dengan letusan.Image

Dan di danau ini juga  terdapat sumber mata air panas yang dapat berfungsi sebagai obat penghilang rasa letih. Setelah segelas kopi panas. Saya meninggalkan tenda, dan memilih berendam. Jacuzi dari alam pikir saya. Dapat di katakan bahwa mata air panas ini adalah tempat yang ideal untuk merenung. Di pikiran saya “ Logistik yang banyak, air melimpah, dan pemandangan yang sangat indah. Sepertinya seminggu akan sangat menarik untuk berkemah di sini”.

Image

Sayang nya. Gunung Rinjani ini, sudah kotor. Karena tidak bertanggung jawab nya para pendatang dengan sampah yang mereka miliki. Selain itu, Ssampah biologis yang kita bawa, menambah kotor nya  gunung ini.Seperti kata teman saya. “ Rinjani, gunung yang cantik namun bau berak”.

Notes  untuk menikmati indah nya Segara Anakan :

  1. Tarif  kereta api Jakarta-Surabaya : 35.000, dan jika membayar gerbong makan di tambah Rp 40.000
  2. Tarif  Kereta Surabaya-Banyuwangi Rp 100.000,-
  3. Tarif ferri penyebrangan Banyuwangi ( Ketapang )- Gilimanuk : Rp 6.000
  4. Tarif  Elf Gilimanuk-Padang Bai, 1 orang : 83.000
  5. Tarif Padang Bai – Lembar : 30.500
  6. Tarif Sewa Mobil Lembar – Sembalun Lawang, per orang : Rp 35.000
  7. Porter yang menemani perjalanan per hari : Rp 100.000
  8. Porter jika menemani muncak : Rp 100.000 dan logistik porter di tanggung kita
  9. Selalu bawa minuman dan makanan ringan. Jangan terlalu bergantung terhadap porter sehingga perlengkapan pendakian kita lupakan
  10. Bawa lah perlengkapan pendakian yang lengkap Terutama dengan cuaca yang selalu berubah seperti ini. Hujan dan kabut dengan mudah nya selalu di jumpai pada saat pendakian
  11. Selalu bermain aman, dengarkan nasihat porter karena mereka adalah orang lokal yang lebih tau dinamika alam yang ada di Gunung rinjani
Advertisements

4 thoughts on “Danau Segara Anak, Rinjani

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s